AKB48 Legends: Atsuko Maeda, The Absolute Ace of AKB48



Di atas lantai panggung, ada beberapa susunan nomor, untuk posisi member. Mereka akan menempati posisi mereka dengan bantuan nomor tersebut. Dihitung dari pinggir panggung,
6 5 4 3 2 1
Dan yang berada di tengah adalah Zero. Posisi zero disebut juga “center”. Center adalah posisi pemimpin dari AKB48. Dan, member yang dapat berdiri di posisi itu, hanya ada satu.”
– NO FLOWER WITHOUT RAIN (2013)

Akhir-akhir ini karena sering muter lagu-lagu dulu AKB48 jadi nostalgia lagi sama AKB. Terutama Acchan. As you know, Acchan mendominasi posisi sebagai center di semua lagu AKB48 tahun 2006-2012. Dan aku akhir-akhir ini sering muter lagu Beginner dan Flying Get dimana 2 lagu tersebut Acchan adalah centernya. Entahlah sosok Acchan yang masih menari di depan dan di tengah yang lain masih tertanam dan akhirnya sekarang lagi kobam AKB48 khususnya buat old generation. Untuk generasi yang sekarang, akunya ga terlalu tertarik. Karena AKB48 sekarang menurutku sudah kehilangan identitas dan daya tariknya. I know, ga seharusnya kita ngungkit masa lalu, tapi biarkanlah aku sedikit bernostalgia. And, this is my opinion.





Maeda Atsuko, adalah mantan anggota dari grup idol Jepang, AKB48 dan mantan anggota Team A dan juga anggota yang paling menonjol dan paling berdampak di AKB48. Maeda Atsuko atau lebih dikenal sebagai Acchan.


 Profil



Nama : Maeda Atsuko (前田敦子)
Panggilan : Acchan (
あっちゃん), Mae Atsu (まえあつ)
Ulang Tahun : July 10, 1991 (age 22)
Asal : Chiba, Japan
Blood Type : A
Hobi : Listening to music, sleeping
Lagu Audisi : Shibasaki Kou - Glitter
Height : 161cm
Bust : 76cm
Waist : 55cm
Hips : 80cm
Agensi: Ohta Pro
Units : AKBIdoling!!! dan Team Dragon from AKB48
Former Group : AKB48
Former Team : Team A
Debut : Oktober, 2005
Graduated : Agustus, 2012
 

Maeda Atsuko selain dikenal sebagai member paling populer di masanya, dia juga memiliki banyak anti-fans. Tapi itulah kenyataan, semakin terkenal seseorang pasti banyak yang suka dan tidak suka. Pro kontra pasti selalu ada. 

Mungkin Atsuko dulu terlihat biasa saja dibandingkan idol-idol di jaman digital sekarang dimana semuanya bisa dipercantik. Tapi ketahuilah, cantik bukan alasan yang tepat untuk menjadikan anggota lain sebagai "center" melainkan karisma. Yang idol butuhkan adalah karisma. Atsuko punya karisma itu. Mungkin ada kalimat yang populer di antara wota. Acchan tidak sepintar dan berbakat dalam menari seperti Takahashi Minami, Atsuko juga tidak memiliki pengalaman, kerja keras, dan bakat akting seperti Oshima Yuko, Acchan juga tidak seimut Watanabe Mayu, dan Acchan tidak secantik Itano Tomomi dan Kashiwagi Yuki. Tapi dia memiliki sesuatu yang unik yang member lain mungkin tidak miliki sampai sekarang. Aku pernah baca dulu di suatu blog kalau Mayuyu dan Jurina pernah ngomong "Kalau mau menjadi Ace AKB48, kalian harus melewati Atsuko Maeda". But ofc, Eternal Ace of AKB48 sampai sekarang adalah Atsuko Maeda.

Atsuko sendiri dulunya hanya seorang gadis lugu dan penakut di depan orang lain, dia seringkali bersembunyi di belakang ibunya kalau ada orang asing. Bahkan saat masa pelatihan, dia sering bersembunyi di belakang teman-temannya. Gadis yang tidak ada apa-apanya dan tiba-tiba menjadi center. Mungkin tidak cocok. Tapi itulah mengapa Akimoto Yasushi menunjuk dia menjadi center.

Coba tanya member AKB48 siapa yang tidak ingin menjadi center dan siapa yang ingin menjadi center? pasti mayoritas akan angkat tangan saat ditanya yang ingin menjadi center. Di documentary no flower without rain, kameramen bertanya kepada kenkyuusei pada saat itu, siapa yang ingin menjadi center, dan semua dari trainee itu mengangkat tangan. Dan Atsuko, di saat Akimoto Yasushi menunjuk dia menjadi center, dia menangis dan meminta Akimoto untuk tidak membuat dia menyanyi di posisi center. Begini di interview Akimoto Yasushi pernah bilang:

A: Ini tidak sulit untuk membayangkan bagaimana gadis dengan pengalaman yang dihasilkan akan berubah di sini. Bukan hanya saya, tapi bahkan para fans akan berpikir bahwa gadis-gadis yang berbakat dan dapat meningkatkan dirinya sendiri tanpa dukungan dari mereka. Untuk produksi saya, saya pikir itu membosankan dan kita tidak memerlukan itu di AKB48.
Dan kemudian Anda memiliki Maeda Atsuko, yang berteriak "Tidak!" dan menangis ketika saya mengatakan kepadanya bahwa dia akan menyanyi sebagai center dari AKB48. Semua orang ingin menjadi center dan menampilkan lagu solo. Jika saya menghasilkan gadis-gadis dan membiarkan mereka puas di posisi center, tidak akan ada drama disana. Itulah mengapa kita harus memiliki Maeda Atsuko.
*A = Akimoto Yasushi

Saat pertama kali Atsuko menjadi center dia pernah menangis di depan fans dan berkata "saya jelas tidak bisa menyanyi dengan baik. Mengapa memaksa saya untuk menyanyikannya?". Minegishi Minami juga pernah bilang di documentary "mengapa kita harus menjadi backdancernya sedangkan kita satu generasi dengannya, jika dia mendapatkan center dengan usahanya mungkin saya akan menyerah, tapi bahkan Acchan tidak menginginkannya jadi saya berkata dalam hati: ayo kita tukeran posisi!". Menurut aku, yang dikatakan Micchan merupakan salah satu bukti yang dibilang AKS "membiarkan mereka puas di posisi center" itu benar. Apakah Acchan puas? dia bahkan tidak menginginkannya.


Seperti yang dibilang sebelumnya, Acchan hanyalah gadis lugu dan pendiam. Bahkan semasa sekolah pun, Acchan terkenal sebagai anak yang sangat pendiam dan cenderung introvert. Tidak memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan cenderung selalu ingin berada di belakang orang lain dan bukan tipe yang ceria. Setiap hari, sepulang sekolah, Acchan hanya berdiam di dalam kamarnya sambil membaca komik atau tidur (ini salah satu hobby Acchan). Pada awalnya gembar gembor pencarian Idol yang dilakukan oleh AKIHABARA48 di majalah-majalah, sama sekali tidak menggoyahnya. Padahal teman-teman Acchan banyak membicarakannya di sekolah. Lalu bagaimana dia menjadi idol? 

Aku pernah nonton gimana member AKB48 bisa jadi member. Antara episode spesial AKBingo atau AKB 0ji 59fun!, entahlah lupa. Jadi Acchan dulunya adalah fans dari Shibasaki Kou. Atsuko pernah bercita-cita ingin menjadi seperti Shibasaki Kou yang bisa akting dan menyanyi dengan baik. Tapi karena Acchan adalah gadis penakut dia berpikir tidak mungkin untuk menjadi artis (statement ini aku rada ragu juga, maaf kalau salah, soalnya udah lama banget nonton itu eps). 

Terus sewaktu sepulang sekolah saat dia pulang berbelanja dengan ibunya, Acchan liat satu poster besar di kelokan jalan dekat rumahnya. Akhirnya Acchan membaca sendiri tentang pencarian Idol di Akihibara itu. Satu kalimat dari Akimoto Yasushi di dalam poster itu “Saya ingin bertemu dengan diri Anda yang sebenarnya”. Kalimat ini langsung masuk ke dalam hati Acchan. Secara tiba-tiba dia berkata kepada ibunya, “Ibu…Aku mau mencoba ini”. Tentu saja disambut dengan rasa terkejut dari ibunya, karena merasa yang berbicara barusan bukanlah putrinya. Karena yang beliau tahu, selama ini putrinya adalah seorang anak perempuan yang pendiam, pesimistik dan pemalu. Tiba-tiba mengatakan hal seperti ini merupakan kali pertama didengar oleh beliau dan sungguh membanggakan.

Awalnya Acchan memang tertarik tetapi sepertinya Acchan tidak punya keberanian untuk bilang. Dan akhirnya ibunya memaksa Acchan untuk bergabung mengikuti audisi dan akhirnya Acchan memutuskan untuk mengikuti audisinya. Di saat audisi, walaupun ibunya menemaninya Acchan masih khawatir dan masih mau menyerah karena ada banyak sekali cewek-cewek yang datang pada audisi pertama, dan ini menunjukkan kepada kita betapa pemalunya seorang Maeda Atsuko. Dan akhirnya nomornya dipanggil, dan saat audisi Acchan menyanyikan lagu Shibasaki Kou - Glitter. Sebenarnya saat audisi juri-juri terutama Togasaki tidak puas dengan penampilannya bahkan dia bilang image Acchan suram, membosankan dan menyedihkan. Tetapi setelah Acchan selesai diaudisi dan ingin menyapa juri-juri, Acchan senyum dan Togasaki bilang:

"Begitu selesai menyanyi wajah Maeda langsung murung, tapi ketika ditanya akhirnya wajahnya tersenyum, sangat imut. Senyum itu memikat semua juri. Ia menjadi bahan pembicaraan para juri, 'Suram sekali anak itu, tapi terakhir senyumnya luar biasa'. Ternyata itulah alasannya Maeda diluluskan."

Sakura no Hanabiratachi dan Skirt, Hirari (2006) 

Audisi pertama, 24 orang diterima, namun tidak berarti sudah melalui audisi semuanya menjadi lebih mudah. Pelatih dance AKB48 Natsu-sensei adalah orang yang ketat, dia yang bertanggung jawab atas setiap kemajuan tentang gadis-gadis itu dan dia yang bisa memecat gadis mana pun yang tidak memenuhi standarnya. Kalimat Natsu-sensei yang terkenal adalah "Jika Anda tidak bisa melakukannya, maka pergi!". Kata itu diteriakan setiap hari oleh Natsu-sensei saat anggota terus mencoba dengan sebaik-baiknya. Posisi diputuskan, hanya lima orang yang mendapat mikrofon untuk lagu "Sakura no Hanabiratachi" dan Atsuko Maeda adalah salah satunya. Pada waktu itu hubungan antara anggota lebih seperti saingan (atau rival) daripada teman. Itu membuat Atsuko cukup berjuang dengan posisinya, ingat dia hanya seorang gadis pemalu yang tidak memiliki banyak kepercayaan diri, tapi itu tidak menghentikannya, dia terus bekerja mati-matian setiap hari dan tidak hanya sekali Atsuko terus melanjutkan latihannya meski latihannya selesai. Sebenarnya pada awalnya Akimoto Yasushi (AkiP) sama sekali tidak memperhatikan Atsuko Maeda. Sampai Natsu-sensei memberitahu Akimoto bahwa dia ingin menempatkan Atsuko ke dalam lagu "Skirt, Hikari." Bahkan Akimoto-san mengatakan bahwa "Rambut Maeda seperti helm."

Atsuko Maeda: Skirt, Hirari (2006)

Keterangan: sebelumnya AKB48 pernah merilis CD Indie (rekaman sendiri) dan center awal adalah Takahashi Minami yaitu 2 single: Sakura no Hanabiratachi (2006), Skirt Hirari (2006). Dan setelahnya (bukan indie lagi) Acchan ditunjuk Akimoto Yasushi sebagai muka di single Aitakatta.

Pada stage pertama, setiap gadis memiliki pijakan yang sama namun pada stage kedua, semuanya berubah. Karena dari waktu ke waktu anggota AKB48 semakin bertambah dengan adanya generasi kedua dan semakin sulit untuk mengingat nama member satu persatu. Akhirnya Akimoto menunjuk seseorang dari Team A untuk menjadi center, yaitu Acchan. Awalnya Akimoto juga ditentang oleh Togasaki, karena Acchan tadi adalah gadis yang pendiam dan introvert. Tetapi Akimoto tetap percaya bahwa Acchan bisa menjadi bintang besar nantinya (baca interview di bawah paraf ini). Akhirnya Natsue-sensei mengumumkan bahwa beberapa gadis mendapat posisi tengah, dan Atsuko Maeda dimasukkan ke dalam lagu unit "Nagisa no Cherry" sebagai center, tapi saat itu dia benar-benar sangat membencinya dan sebenarnya dia tidak menginginkannya. Bahkan saat Acchan dipanggil ke kantor Akimoto, dia hanya menangis dan menantang keras untuk menjadi seorang center. Seperti yang tadi dikatakan, saat itu hubungan antara anak perempuan lebih seperti saingan. Anggota seusianya Atsuko seperti Minegishi Minami dan Hiroshima Natsumi harus menari di belakangnya tentu saja mereka tidak menyukainya, mungkin mereka berpikir "Kok bisa Atsuko mendapat posisi tengah dan saya tidak!?" Sebenarnya mereka tidak benar-benar memperjuangkan posisi center, tapi mereka terus mengeluh, itu memberi Atsuko banyak tekanan. Sampai pada pertunjukan terakhir stage theater kedua, Akimoto-san mengatakan kepada para gadis, "Ceritakan satu sama lain semua yang anda pikirkan." Langkah besar oleh Akimoto-san, menyebabkan akhirnya setiap anggota dapat berbagi apa yang sedang mereka hadapi, beberapa anggota berkata "Saya tidak suka berada di belakang Acchan.", Dan tentu saja Acchan juga berbagi perjuangannya, dia berkata "Saya tidak ingin melakukan 'Nagisa no Cherry'." Dengan isak tangis. Semua orang tertawa saat mendengar pernyataan tersebut, tapi itu adalah momen penting bagi setiap orang, setiap cewek akhirnya bisa mengerti apa yang sedang mereka hadapi.

T: Di sini saya ingin mendengar mengenai para member. Tentang Maeda Atsuko, yang menjadi center dan diluluskan. Mengapa dia menjadi center? Ada gadis yang bernyanyi dan menari lebih baik, tapi mengapa kau memilih dia?
 
A: Karena saya pikir dia adalah yang paling cocok sebagai center. Fans mencari cerita Cinderella, di mana seorang gadis, yang malang, sering diganggu dengan hanya berselendang kain lap berubah menjadi seorang putri. Kami ingin fans mengalami dan melihat sendiri bagaimana seorang gadis yang jelas tidak mempunyai apa-apa bisa menjadi sesuatu karena dukungan mereka. Inilah sebabnya mengapa kita tidak dapat memulainya dengan gadis yang cantik atau seorang putri.

First single, Aitakatta (2007)

Atsuko Maeda: Aitakatta (2007)

Berangkat dari menjadi center di Nagisa no Cherry, akhirnya Atsuko menjadi center di Aitakatta.

Pada waktu itu, AKB sudah dibagi menjadi 2 tim yaitu team A dan team K. Yang dipilih untuk menyanyikan title track hanya 20 orang dari seluruh member waktu itu. Maeda Atsuko dan Takahashi Minami ditunjuk menjadi 2 center di lagu ini. Tetapi secara keseluruhan di PV, Acchan memainkan main role di PVnya dibandingkan Takamina. Anggota AKB48 dibawa ke Tateyama, Prefektur Chiba untuk pengambilan klip video lagu ini. Adegan utama berupa menari sambil menyanyikan lagu ini difilmkan di bawah Mercusuar Sunosaki. Intro PV ini juga dimulai dengan Acchan yang berdiri sambil mendengarkan musik dan mengucapkan beberapa kalimat untuk intro. Acchan mendapat solo shoot karena dialah yang menjadi key di PV ini dan dimulai dengan intro musik, member lain yang senyum dan mengucapkan "Ganbatte" ke Acchan dan Acchan tersenyum di depan kamera, disitulah awal mula Acchan menjadi the face of AKB48.

Dari video klip Aitakatta, para pecinta musik di Jepang semakin mengenal nama AKB48 dan center di klip tersebut, Maeda Atsuko. Dan konsep Idol Group dari Akimoto mulai kelihatan arahnya. Para member diharapkan bukan hanya bisa bernyanyi dan menari tapi juga bisa akting atau menjadi model. Awal tahun 2007, Acchan mendapat kesempatan untuk tampil di film layar lebar berjudul “Atashi no Watashi no Tsukurikata” dan sebuah drama seri dari Fuji TV berjudul “Swan no Baka”. Saat itu, dia baru berusia 16 tahun dan sama seperti orang biasa, dia juga punya masalah. Dia begitu tersesat tentang apa yang seharusnya dia lakukan sehingga dia segan untuk melakukan sesuatu. Tapi meskipun dia terus mengatakan "tidak" pada segalanya, masih belum ada yang bisa dilakukan kecuali melakukannya dengan sebaik-baiknya. Itulah yang penting bagi pengembangan dan pertumbuhan Atsuko, dia terus berpegang pada dirinya sendiri karena pelajaran Natsu-sensei "Tidak ada rahasia untuk bekerja keras kecuali bekerja keras."

Dari lagu ini, walaupun para member terbilang populer di masyarakat tetapi kehidupan pribadi member seperti saat sekolah dan lingkungan sekitarnya tidak terlalu baik. 

Dan walaupun Acchan terbilang cukup populer, dari kalangan fans AKB48 sendiri banyak yang ridak suka dengan Acchan. Bisa jadi karena mereka punya oshi sendiri sedangkan oshi mereka tidak mendapatkan center.

Lagu ini juga lagu AKB48 pertama yang aku dengar setelah dengar nama AKB48 karena JKT48. Dulu lagu ini juga lagu yang paling sering aku puter, sekarang juga masih salah satu favorit dari semua title track. Pertama liat MVnya itu waktu masih kelas 6 SD (kalau ga salah) sekitar 5 tahun yang lalu, dan disitu masih bodo amat sama nama member-membernya 

Seifuku ga Jama wo Suru dan Keibetsu Shiteita Aijou (2007)

Atsuko Maeda: Kaibetsu Shiteita Aijou (2008)

Center 2 lagu ini masih sama seperti Aitakatta: Takahashi Minami dan Atsuko Maeda

Pertama, Seifuku ga Jama wo Suru, ini lagu untuk menyinggung prostitusi yang sering remaja cewek lakukan di Jepang. Mereka yang putus asa dan mungkin butuh uang akan dipertemukan dengan om-om and you know what happen. Konsep Acchan di MV juga menajadi main rolenya dimana gadis yang putus asa tadi. Lirik lagu ini banyak sekali yang menyinggung tentang seksualitas, dan tentu saja single ini sangat kontroversial di Jepang. Bahkan salinan penjualan yang dipromosikan di TV adalah "Otousan, gomennasai" (maaf, ayah), yang adalah sebuah komentar yang dibuat oleh Atsuko Maeda, yang memainkan peran kunci dalam klip video-nya. 

Pas pertama download lagu ini dulu "apaan sih lagu ini, ga jelas". Sampai sekarang aku masih geli kalau dengar lagu ini. Mungkin karena aku cewek jadi rada-rada. Kalau cowok denger Ah~ Ah~ di intro ya pasti beda reaksinya :v.

Kedua, Kaibetsu Shiteita Aijou, lagu untuk menyinggung pembullyan dan bunuh diri dengan melompat dari atap sekolah. Atsuko juga mendapat line menyanyi solo di lagu ini. Main role di MV adalah Yuko Oshima. Tetapi Acchan juga menjadi salah satu siswi yang dibully di MV ini.


Bingo, Boku no Taiyo, dan Yuuhi wo Miteiru ka? (2007)
 
Center dari Bingo dan Boku no Taiyo masih sama: Maeda Atsuko dan Takahashi Minami
Yuuhi wo Miteiru ka: Maeda Atsuko dan Haruna Kojima



Atsuko Maeda: Boku no Taiyou (2007)


Dari single ini menurutku image Acchan semakin jelas. Apalagi senyumnya yang hanya dimiliki Acchan sendiri.


AKB48: Yuuhi ga Miteiru ka? (2007)



Sakura no Hanabiratachi (2008)

Remake dari Sakura no hanabiratachi (2006) yang dulunya hanya Takahashi Minami sebagai center, ditambah dengan Maeda Atsuko untuk menjadi center di versi ini. Aku ga terlalu pasti antara fans Takamina ga terima atau gimana, cuman perasaan atau penambahan Maeda jadi center agak menjanggal aja kalau dipikir-pikir. Karena banyaknya orang yang berkomentar "mengapa tidak Takamina saja?". 

Di MVnya sendiri memang menceritakan tentang kelulusan gadis-gadis. Di intro terlihat Acchan dan Yuko berbicara di ruangan seni dan bercerita tentang masa depan mereka terus Acchan bilang "I want to stop the time, I wants things to stay like this forever".

Sakura no Hanabiratachi juga lagu yang Acchan bawakan saat solo di kelulusannya di Tokyo Dome dan di AKB theater. Tentu saja ini lagu adalah lagu paling berharga bagi generasi pertama, karena adalah single paling pertamanya AKB48. Dan Acchan juga berjuang dengan keras untuk mendapat mikrofon menyanyi saat pertama kali Sakura no Hanabiratachi ditampilkan di theater. Sudah pasti lagu ini sangat berharga.


Oogoe Diamond dan 10nen Sakura (2008)



Atsuko Maeda (diambil dari Photobook)


Lagu ini mungkin merupakan single paling menyesakkan bagi fans Acchan tapi juga single paling menyenangkan bagi anti-Acchan. Karena apa? Acchan hampir kehilangan posisi center karena tiba-tiba AKS memasukkan member SKE48 yang masih sangat muda dan langsung menjadi center, Ialah Matsui Jurina. Tentu saja ini menjadi kesempatan anti-acchan untuk menyerang Atsuko. Dan satu lagi, Takamina juga kehilangan posisi center. Sudah pasti AKS terlihat meng-anak-emas-kan Jurina karena Jurina yang pada saat itu hanya murid kelas 6 SD dan memiliki bakat menari dan menyanyi yang menakjubkan serta memiliki ambisi yang besar. Sangat berbeda dengan Acchan. 

Penambahan center di lagu ini -yang mana bukan Acchan- tentu sangat membuat fans dan publik kaget. Dan banyak sekali yang membanding-bandingkan Acchan dengan Jurina. Tapi seperti yang kalian tau, Acchan yang hanyalah gadis yang tidak memiliki apa-apa dan menjadi center, mungkin sangat tidak cocok dibandingkan dengan Jurina yang saat itu gadis muda dengan mimpi yang besar dan bakat yang bahkan bisa melebihi para senior AKBnya yang lain tiba-tiba menjadi center. Then, oogoe diamond meledak. Jurina mampu menarik publik Jepang begitu cepat. Acchan pastinya kalah. 

"Oogoe Diamond, dan diamond itu adalah Jurina." Terlihat di intro MVnya, Jurina yang lari-lari terus masuk pintu dan tiba-tiba menabrak Acchan dengan ekspresi Acchan terlihat seperti seseorang yang "menyerah". Di cerita MVnya, Acchan terlihat seperti seseorang yang tidak bisa apa-apa dan tidak mengerti apa-apa, terus Jurina diperlihatkan sebagai member yang dengan mudahnya mempelajari sesuatu dengan cepat. Jurina dengan kepercayaan diri yang tinggi, dibandingkan dengan Acchan yang bahkan hanya gadis yang pendiam. Saat theater dimulai, ternyata Acchan ceritanya ingin melarikan diri karena tidak bisa mempelajari dance dengan baik sebelumnya dan terlibat pertengkaran dengan member lain. Terus saat melarikan diri, Acchan melihat foto-foto kebersamaan member, dan akhirnya dia kembali ke panggung theater dan bernyanyi bersama yang lain. Walaupun Acchan berdiri bukan sebagai center dia tetap kembali ke panggung karena kebersamaan member. Semuanya hanyalah akting, entah kenapa semuanya terlihat seperti "kenyataan".

Sebenarnya aku agak kurang mengerti dengan Akimoto Yasushi. Dulu AkiP pernah bilang "tidak menjadikan gadis yang sudah jadi sebagai center, melainkan gadis yang tidak memilik apa-apa". Terus saat interview tentang Matsui Jurina, AkiP bilang "aku meloloskan Jurina karena coba kau bayangkan gadis yang berbakat dan muda seperti Jurina hanya bisa kau temukan dalam 30 tahun sekali, makanya aku menjadikan dia sebagai center Oogoe Diamond". Bukankah AkiP terlihat terlalu buru-buru? Exactly, jadi aku pikir inilah "drama" cinderella itu. Dan kalian bisa lihat dramanya center di MV Oogoe Diamond.

Satu lagi yang membuat publik shock, saat pengumuman single Oogoe Diamond diumumkan bahwa cover single ini adalah foto solo Atsuko Maeda. Ternyata, saat perilisan single keputusan untuk solo cover Acchan digantikan dengan foto Matsui Jurina. Tentu saja bagi fans Acchan ini sangat disayangkan karena Acchan kehilangan kesempatan menjadi cover solo di single AKB48. Menurut yang pernah aku baca, katanya awal rencana memang solo shoot Atsuko Maeda lah yang ditetapkan menjadi cover, tetapi setelah melihat keseluruhan fotoshoot member ternyata fotoshoot Matsui Jurina lebih terlihat membangkitkan semangat gadis atau seperti gadis yang sedang bermimpi dibandingkan foto Atsuko yang -mungkin terlihat biasa saja-. Akhirnya diputuskan kembali bahwa cover solo adalah Matsui Jurina (padahal saat itu dia masih member SKE48). Aku juga pernah nonton gitu, kameramen bertanya kepada Atsuko bagaimana menurutnya kehilangan kesempatan, tapi aku lupa Atsuko bilang apa. Tapi yang sedih dari semua itu adalah anti-acchan yang semakin bergerilya.
10nen Sakura, Maeda masih berbagi center dengan Matsui Jurina.
 

Namida Surprise! (2009) 

Walaupun masih berbagi center dengan Jurina, di tahun tersebut kekuatan Acchan terlihat kembali di single Namida Surprise!


Atsuko Maeda: Namida Surprise! (2009)

Namida Surprise sendiri adalah lagu bertemakan ulang tahun. Dan di MV diceritakan Acchan adalah gadis yang suka dengan gurunya sendiri dan hari itu adalah hari ulang tahun Acchan. Jadilah member lain mempersiapkan kejutan untuk Acchan. Di MVnya terlihat Acchan menggunakan tutup mata dan member lain menuntunnya berjalan sambil masih melakukan tarian. Dan saat Acchan dance walaupun memakai tutup mata terlihat menggemaskan. 

Dan dari single inilah, kekuatan fans Acchan terlihat. Karena di tahun 2009 juga dengan diadakannya pemilihan center yang dipilih langsung oleh fans -bukan dari AKS- yaitu senbatsu sounsenkyo. Acchan terpilih menjadi pemenang dan center dari senbatsu AKB48 pertama. 


First Senbatsu, Iiwake Maybe (2009)


Lagu dari senbatsu election pertama dan Acchan menjadi center pertama. Tapi menurutku walaupun pemenangnya adalah Acchan. Di lagu ini masih belum terlihat kalau ini adalah lagu senbatsu. Maksudku ini seperti single AKB48 biasa dengan center Acchan dan member lain masih menonjol. Mungkin karena Acchan memang center dari awal jadi saat dia menjadi center di senbatsu, terlihat seperti ini bukan senbatsu. Mungkin kalau mereka lebih menonjolkan Acchan lebih lagi -dengan sebuah yang lebih spesial- lagu ini akan booming. Tapi tidak, lagunya terlihat biasa banget, pengambilan gambarnya, tempat shootingnya, bahkan kostumnya masih terlihat ini hanya single AKB48 biasa. Kalau dibandingkan dengan Namida Surprise, aku akan milih Namida Surprise yang konsepnya lebih berwarna. Aku butuh lebih dari Iiwake Maybe tapi mereka memperlakukannya dengan konsep yang sangat buruk, I mean, bagaimana mereka membuat member AKB48 bertengkar di awal video? sangat kecewa bagaimana staff membuat konsep yang sangat membosankan untuk sebuah single senbatsu. Mungkin karena ini single pertama, Acchan hanyalah percobaan untuk menguji fans? apakah Acchan terlihat semudah itu?


Atsuko Maeda: Iiwake Maybe (2009)

Dari single ini sampai seterusnya, anti-fans Acchan sangat bertambah. Anti Acchan sendiri adalah fans member lain AKB48 tentu ini sangat miris. Di saat Acchan terpilih karena fansnya, anti-fans dengan mudah bilang:

"center mati, member lain lebih bagus dari dia"
"aku jijik setiap meliat mukanya di tv dan langsung memindah channel ku"
"siapa sih yang memilih orang yang membosankan ini"
"member lain lebih berbakat dan cantik"
"apakah Maeda merasa cantik?"
"tolong segera keluarkan dia dari AKB48 dia tidak pantas berada di posisi center"
"aku tidak pernah melihat fans Acchan di sekitarku"
"dia tidak mempunyai fans, dia hanya punya anti-fans. aku anti-fans Maeda"

Tapi walaupun aku bilang konsep dan kostum yang terlihat membosankan, di MV inilah terlihat keoriginalan AKB48 sendiri dibandingkan konsep senbatsu setelahnya. Dan penampilan Acchan di single ini sangat tertanam di masyarakat Jepang. Yakni ciri khas idol Acchan yaitu gadis dengan rambut pendek dan berbeda dari member lainnya. Jika kalian menggambarkan image Atsuko Maeda mungkin penampilan Acchan di Iiwake Maybe adalah yang paling mudah dikenali. Menurutku di MV ini terlihat jelas dari kostum dll bahwa AKB48 adalah Atsuko Maeda -the face of AKB48-.



Atsuko Maeda 2009

Di tahun ini juga, Acchan akhirnya merilis Photobook, dan dikabarkan dari semua member pada era itu, Photobook Acchan adalah PB dengan penjualan paling banyak di hari pertama perilisan.


River (2009)

Acchan bersama Takamina terpilih menjadi center lagi di single ini.

Menurutku penampilan Acchan di single ini dengan perpaduan kostumnya sangat cocok. Dengan rambut pendek dan poni khasnya. Acchan juga pernah bilang kalau dia senang dengan lagu river karena saat itu member AKB48 dengan kebebasan diberi kesempatan untuk memilih aksesorisnya sendiri.



Atsuko Maeda: River (2009)


Konsep river sendiri berbeda dengan konsep-konsep sebelumnya, karena river cenderung lagu pengunggah semangat dan identitas lagu ini adalah dance-nya yang terbilang energik. 

Dance? you know. "Mengapa mereka menaruh Atsuko Maeda sebagai center di lagu yang energik?". "Dia bahkan tidak bisa menari dengan baik, ganti saja dengan Yuko Oshima atau Matsui Jurina dan lainnya". Mungkin begitulah reaksi publik Jepang saat river dirilis. Dan bahkan mungkin saat melihat river bukannya bersemangat, para anti mungkin malah merasa jijik saat melihat Acchan menjadi center. Menurutku Acchan mendapat "keistimewaan" karena dia terpilih senbatsu dan darisitu terlihat jelas dia adalah Ace AKB48. Apakah Takamina tidak cukup? Yapp, berat dikatakan (karena oshi aku juga Takamina dan Acchan juga), walaupun Takamina adalah center awal tapi image Takamina saja tidak cukup untuk membangkitkan drama center -yang AKS buat-. AKB butuh identitas. 

Semenjak dance di lagu ini pula Acchan seperti mendapat julukan "Dance hemat energi". Itulah yang dikatakan anti. Haters gonna hate. Mungkin Acchan tidak seenergik Takamina, Yuko, dan Jurina, tetapi percayalah dia melakukannya sepenuh hati. Apakah apa yang dilakukan Acchan selalu salah? Dia hanya melakukan tugasnya menari dan menyanyi. Acchan terlihat tidak sepenuh hati, namun ketahuilah hanya fans Acchan yang tahu bagaimana beratnya perjuangan Atsuko Maeda dari sini untuk membawa nama AKB48. Dan dari 2 single, Iiwake Maybe dan River, karir Acchan terbilang bagus karena di tahun selanjutnya Acchan diberi tantangan untuk akting.

Sakura no Shiori dan Ponytail to Shushu (2010)

Melalui single Sakura no Shiori, yang juga soundtrack untuk drama Majisuka Gakuen yang mana merupakan drama yang hampir dibintangi oleh semua member AKB48 dan Acchan mendapat peran untuk menjadi karakter utama di drama itu. Acchan disitu diceritakan menjadi gadis yang introvert dan misterius. Dan di drama itu juga, diceritakan disana adalah sekolah khusus cewek dan dibuat seperti cerita crows zero dengan  ada banyak kubu/geng yang berisikan gadis-gadis dengan image-nya sendiri. 

Di single Sakura no Shiori juga, kesempatan Acchan yang hilang -menjadi foto cover di single AKB48- akhirnya Acchan mendapat solo cover type A. Single bertema graduation dan sakura ini, walaupun tidak terlalu menarik publik Jepang melalui MVnya, tetapi single ini pada waktu itu menjadi single dengan penjualan terbesar di hari perilisannya sejak Morning Musume di tahun 2001.


Atsuko Maeda: Sakura no Shiori (2010)

Di tahun 2010 juga, ternyata karir sebagai aktris semakin diakui. Karena di tahun itu juga Acchan berkesempatan menjadi pemeran utama di drama Q10 bersama Satoh Takeru. Karena banyaknya schedule pribadi Acchan -syuting dan tampil di drama- sehingga banyak yang mengira saat itu Acchan tidak dekat dengan member AKB48. Dan tentu saja Acchan banyak meninggalkan schedule bersama AKB48 seperti di variety show dll, tentu saja dia tidak mempunyai waktu yang bagus untuk berkumpul bersama para member. Semakin seringnya Acchan muncul di TV karena dia juga center AKB48, sebagai aktris di drama, banyaknya CM menggunakan model Acchan, dan iklan model lainnya, hal ini membuat anti menjadi-jadi karena mereka mungkin berpikir, bagaimana bisa orang yang jelek dan membosankan seperti Acchan tampil lebih banyak di TV sedangkan anggota lainnya yang lebih menarik lebih banyak tampil di acara yang bahkan tidak terlalu penting? Dengan banyak orang yang berpikir hubungan Acchan dengan member lain renggang dan bahkan sama sekali tidak pernah terkumpul bersama AKB48, serta sering munculnya Acchan di TV tentu saja membuat para anti-acchan gerah dan "ingin mendorong member lain" supaya Acchan bisa terlupakan.

Dan begitulah, tahun 2010 merupakan tahun terberat Acchan.

Ponytail to Shushu, sama seperti single musim panas sebelumnya, para fans yang membeli albumnya akan mendapat tiket untuk vote senbatsu sousenkyou. Tapi ternyata fans dari member lain -yang tidak suka dengan Acchan- berbondong-bondong membeli albumnya dengan maksud yang mungkin "tidak baik". Karena rumornya yang sangat populer beredar saat itu, para anti itu bukannya untuk mendukung oshinya, tetapi para anti ini melakukannya untuk mendorong mundur Acchan dengan mem-vote member yang mungkin bisa mengalahkan Acchan, dan terpilihlah Yuko Oshima. Dan rumornya para anti tersebut mem-vote Yuko untuk menang di senbatsu kedua dan menyingkirkan posisi Acchan sebagai center di single AKB48.

Sangat disayangkan, padahal penampilan center Acchan di single Ponytail to Shushu terlihat sangat fresh. Dan aku sangat tidak mengerti mengapa para anti selalu berkata Acchan jelek. Walaupun itu hanyalah RUMOR, but Acchan doesn't deserve THAT.






Second Senbatsu, Heavy Rotation (2010)

Lagu yang sangat booming bahkan mungkin seluruh dunia akan mejawab Heavy Rotation jika ditanya tentang lagu 48 family yang mereka tau. 

Aku selalu bertanya, Heavy Rotation sangat cocok dengan image Yuko Oshima, mungkin kalau center adalah Atsuko Maeda, tidak cocok. Karena ini lagu yang sangat cerah, cocok sekali dengan Yuko. Walaupun Yuko -yang katanya- menang karena dibantu oleh anti-Acchan, bukankah itu sama saja AKB48 masih membutuhkan nama Acchan? Mungkin kalau beneran fans Yuko yang ngevote aku akan menyerah. Tapi ambil positifnya saja, karena Acchan sendiri tidak akan cocok dengan image lagu seperti ini. Mungkin kalau Acchan adalah center, Heavy Rotation akan kehilangan ciri khasnya. Sebagai oshi Acchan, melihat Acchan menangis karena berada di posisi kedua dan caranya memberi selamat kepada Yuko yang posisi pertama, itu sangat sakit. Tapi ya, Heavy Rotation adalah Yuko Oshima, lagu AKB48 pertama yang membawa AKB48 ke dunia internasional. 

Tapi apapun itu, Senbatsu kali ini sangat tidak sopan (dan sedikit tidak adil), karena saat pengumuman posisi kedua tiba-tiba anti-Acchan berteriak dengan keras dengan tidak sopannya meneriakkan nama "Acchan" saat pengumuman posisi kedua. Tentu saja, itu berpengaruh terhadap mental Acchan.

Selain itu di single ini, aku melihat Acchan seperti bukan Acchan. You know, image Acchan dengan rambut pendek sudah tertanam sekali, dan saat melihat Acchan memanjangkan rambutnya, itu terlihat bukan seperti Acchan sekali, dan Heavy Rotation sekali lagi aku bilang, tidak cocok dengan image Acchan. Walaupun dia lebih imut disini.



Atsuko Maeda: Heavy Rotation (2010)

Walaupun Acchan tidak menjadi center di title track, ternyata Acchan masih menjadi center di B-Side yaitu lagu Yasai Sister, yang menandakan bahwa Acchan masih adalah center dari AKB48. 

Seperti yang aku bilang sebelumnya, walaupun tahun 2010 karir Acchan sangat bagus, tetapi di tahun ini juga adalah tahun terberat Acchan. Dari berbagai kritikan yang diterimanya, aku pikir saat itu Acchan dengan giat bercermin diri dan memperbaiki apa yang harus dia bangun.

Acchan mungkin masih sibuk dengan schedule syuting dan pribadi lainnya, tetapi di era ini juga ku liat sedikit demi sedikit, Acchan sering terkumpul bersama AKB48, walaupun sangat jarang juga. 

Dengan kekalahan Acchan di tahun 2010, ternyata kekuatan fans Acchan diuji lagi, dan akhirnya pada 2011..

Beginner (2010)

Lagu ini kurang lebih seperti RIVER, lagu untuk membangkitkan semangat dan juga seperti river, lagu ini mementingkan dance dan juga energik.

Yang unik di lagu ini adalah center di lagu river ada banyak, bukan hanya Acchan. Dan mempunyai banyak formasi. Jika Acchan adalah center, itu adalah formasi satu, yang juga formasi untuk kebanyakan perform. Tapi lain lagi dengan formasi 2 dan 3, adalah Yuko Oshima dan Takahashi Minami. Jadi di single ini, fans tidak perlu meributkan tentang center -karena kebanyakan oshi kalian juga adalah center-. Center disini dipilih sesuai senbatsu. Agak bingung juga kenapa Acchan adalah formasi satu, sedangkan pemenang senbatsu tahun itu adalah Yuko. Tapi itu membuktikan kepada kita juga kalau Acchan masih adalah Ace AKB48.

Atsuko Maeda: Beginner (2010)


Aku sendiri sangat senang sama Beginner, tiap hari bisa puter lagu ini. Selain itu, akhirnya rambut pendek lurus Acchan akhirnya kembali. Dan walaupun masih banyak yang bilang dance dia masih "hemat energi" tetapi menurutku dance Acchan jadi lebih baik. Terutama saat perform secara live, Acchan lebih berkembang. 


Sakura no Ki ni Narou dan Everyday, Katyusha (2011)

Sama seperti Sakura no Shiori, single setiap musim semi AKB48 selalu bertema sakura. Di mulai dari Sakura no Ki ni Narou, yaitu MV AKB48 tetapi juga di MV tersebut dibuat seperti mini drama. Kunci utama di Sakura no Ki ni Narou adalah Matsui Jurina, dan Acchan juga berperan sebagai sahabat Jurina, tetapi sayangnya karena sesuatu kecelakaan, Jurina meninggal.

Banyak sekali line solo menyanyi Acchan di Sakura no Ki ni Narou, dan dari single ini juga, vokal Acchan sangat berkembang, karena suaranya menjadi lebih lembut, apalagi bagian Acchan saat line "Daremo minna, mune ni oshibana no youna, keishin wo doko ka ni wasurete iru". Sampai hapal semua bagian solo Acchan di lagu ini, dan dari lagu ini dan selanjutnya vokal Acchan menjadi sangat baik dan baik, dan selalu sampai ke hati penggemarnya (alay banget :v). Dari kekalahannya di tahun 2010, Acchan semakin berkembang.

Atsuko Maeda: Sakura no Ki ni Narou (2011)

Selain itu di tahun yang sama juga, pada Juni 2011, Acchan akhirnya solo debut dengan lagu debutnya "Flower". Ini membuktikan kalau dari segi vokal, Acchan sangat berkembang.

Selain itu, di era itu juga, karir akting Acchan semakin melebarkan sayap, dan dia mendapatkan kesempatan emas untuk bermain di remake drama, Hanazakari no Kimitachi e, yang sebelumnya drama ini sangat booming dan Acchan juga mendapat kesempatan untuk tampil di drama Prime Time. Acchan juga mendapat pujian dari aktris originalnya, Maki Horikita, dia berkata "Jujur, saya suka dengan lagu-lagu AKB48. Dan Maeda Atsuko adalah seorang gadis muda yang luar biasa, dia bisa bernyanyi, bisa berdansa dan dia bisa beracting dengan baik. Saya rasa Maeda akan menjadi seorang bintang besar. Saya merasa sangat senang, Maeda yang mendapatkan peran ini". Walaupun menurutku akting Acchan cukup baik di drama ini, tetapi tidak dengan publik Jepang, karena katanya Acchan merusak image karakter utama. Banyak yang memberi kecaman, begitulah tahun 2011 juga merupakan tahun terberat untuk akting Acchan.

Selanjutnya seperti Ponytail to Shushu, Katyusha juga merupakan single musim panas dan untuk menentukan senbatsu selanjutnya. Di cover single ini, Acchan bersama Itano Tomomi, berdua kebagian menjadi cover di single ini. Di MV Everyday Katyusha juga sekali lagi, Acchan terus berakting untuk bertengkar dengan member lain. Btw aku suka banget sama part nyanyi Acchan dan Takamina disini, di part "Kaze no naka de hohoemu dake de". Selain itu, Everyday Katyusa juga digunakan sebagai soundtrack dari film Acchan, Moshidora.






Third Senbatsu, Flying Get (2011)


Setelah tahun-tahun terberat Acchan, akhirnya di tahun 2011 Acchan memenangkan senbatsu lagi dan mendapat posisi pertama, dengan beda vote 18ribu dibandingkan Yuko Oshima. Membuktikan kekuatan Acchan dan fans Acchan yang semakin berkuat di tahun ini. Saat berpidato di senbatsu, sambil menangis, ada satu kalimat LEGEND yang diucapkan Acchan di senbatsu kali itu, yaitu:

"わたしのことわきらいでも、 AKBのことわきらいにならいでください (Watashi no koto ga kirai demo, AKB no koto wa kirai naraide kudasai) - Even if you hate me, please don't hate AKB" - Atsuko Maeda, 2011
  
Kata-kata itulah yang menjadi viral di Jepang dan kemenangan Atsuko saat itu bahkan seluruh Jepang tau dan Acchan ada dimana-mana. 

Saat pengumuman posisi pertama diumumkan, dan tersisa Yuko Oshima dan Atsuko Maeda merupakan moment paling menegangkan. Saat tersisa mereka berdua yang belum diumumkan, saat itu terlihat kalau Yuko Oshima dan Atsuko Maeda mempunyai karakter yang bertentangan dan sangat berbeda. Yuko Oshima dengan karakter cerianya, bahkan saat paling menegangkan, dia tersenyum dan menatap ke atas. Berbeda total dengan Atsuko Maeda dengan karakter pendiamnya, dia hanya menangis -mungkin sedikit tidak sanggup karena keadaan dia harus dibandingkan dengan Yuko lagi- dan hanya menatap ke bawah sambil berdoa. Saat pengumuman posisi kedua, terlihat Acchan sangat pasrah karena dia pasti berharap hanya berada di posisi kedua. Dan ternyata saat diumumkan nama yang keluar adalah Yuko Oshima. Karena Acchan sangat syok -mungkin dia berpikir seharusnya dialah yang berada di posisi kedua- saat Yuko berdiri dan naik tangga -untuk pidato- Acchan menangis sekencang-kencangnya dan bahkan sangat terdengar kalau dia seperti berteriak dan menangis saat Yuko berpidato. Yuko dengan sifat cerianya, dia membawakan pidato dengan senyum. Sangat berbeda dengan Atsuko.

Dan saat nama Acchan diumumkan untuk posisi pertama dan center, Acchan dengan tersedak-sedak sambil menaiki tangga dan saat berpidato, seperti biasa sifat Acchan yang tidak terduga, dengan kalimat yang tak terduga. Walaupun di saat itu saat-saat kemenangannya, dia masih memikirkan AKB48, sudah pasti dia tidak ingin AKB48 hanya karena anti-nya dilihat buruk. Dan saat dia mengucapkan kalimat itu, terlihat teman-teman satu generasi Acchan, terutama Takamina sangat bangga dan juga terharu dengan kemenangan Acchan. Karena selama ini Takamina lah yang selalu berada di samping Acchan.

2011. Acchan sendiri sangat berkembang dari segala hal dibandingkan tahun kekalahannya di 2010 dan disinilah Acchan, dia sudah tumbuh. Pidato Acchan yang menurutku sangat menyentuh kurang lebih seperti ini:

"Dalam satu tahun ini, saya memikirkan banyak hal sambil menjalani kehidupan sehari-hari. Walaupun banyak sekali orang yang mendukung saya, di suatu tempat, ada saatnya saya harus berjuang sendirian mencoba melewati hari-hari itu. Tentu saja, ada banyak pihak yang membenci saya. Saya hanya punya satu permintaan, walaupun (kalian) membenci saya tapi, tolong jangan membenci AKB!" 

Saat disuruh mengatakan beberapa kalimat untuk Yuko Oshima, (kalau tidak salah) Acchan mengatakan "aku tau aku tidak pantas berada di posisi ini, dan Yuko, kau lah yang pantas berada di posisi center dibandingkan aku, maaf ya Yuko". Yuko membalas dengan tersenyum dan juga mengucapkan beberapa kalimat selamat (maaf aku lupa apa). 

Di backstage setelah acara senbatsu selesai, Takamina dengan cepat berlari dan mencari Acchan. Memeluk Takamina sambil menangis terisak-isak dan Takamina mengucapkan beberapa kalimat selamat dan menenangkan Atsuko. "Sedikit, itu sedikit sulit kan. Kau sudah berusaha keras. Atsuko, mulai sekarang akan semakin sulit, kau harus berjuang.". Acchan sendiri seringkali mengucapkan "Arigatou" dan "Gomen ne". Sangat jelas kalau Takamina lah yang selalu berada di sisi Acchan selama ini.

Yuko di backstage mengucapkan beberapa kalimat kalau "tahun ini, semua orang akhirnya mengakui mu, kalau kamu adalah center". Dan Atsuko hanya menjawab "terima kasih, tapi itu tidak benar" dan menangis. 

Di documentary, Acchan pernah bilang -terkait tentang senbatsu-. 

"Di dunia entertainment itu, kami memiliki mimpi besar yang sama. Jelas setiap orang berbeda memiliki apa yang ingin mereka lakukan tapi. Untuk apa kita bertarung satu sama lain?"


AKB48, Center: Atsuko Maeda: Flying Get (2011)


Senbatsu tahun 2011 juga disebut generasi emas. Karena dari kostumnya dan orang-orang di senbatsu adalah member-member yang paling berpengaruh. Walaupun Itano Tomomi sebagai bagian Kami 7 peringkatnya menurun. Mungkin karena saat itu rambut Acchan pendek untuk kepentingan syuting HanaKimi, jadi AKS menyesuaikan dengan image Acchan rambut pendek: konsep -seperti- China. Dan tentu saja konsep Flying Get, dari kostumnya dengan warna emas dan disebut generasi emas, dengan Acchan yang menjadi center, tidak ada member lain yang cocok menjadi center untuk lagu ini. Sebagai fans, walaupun mini drama flying get dan MVnya yang sangat sederhana -dibandingkan senbatsu lain- tapi ini juga sebagai penghargaan untuk Acchan, kalau dialah yang paling "mahal" di antara semua member (ini hanya pendapatku).

Selain itu, konsep flying get juga sangat elegan untuk Acchan. Saat Acchan tidak lagi perform untuk menampilkan flying get, dan coba bandingkan center lain selain Atsuko Maeda, contohnya Mayuyu. Flying Get seakan kehilangan ciri khasnya dan tidak ada rasanya. 

Tapi yang paling nyesek di antara semua itu adalah fakta kalau Flying Get adalah single terakhir senbatsu bersama Acchan.



Atsuko Maeda: Flower (2011)

Dengan senbatsu tahun itu, akhirnya membawa AKB48 mengadakan konser di Saitama Seibu Dome dan merupakan konser tour dome pertama AKB48. Dan lagu Flying Get diputar secara spesial hanya untuk yang menghadiri konser -belum dirilis secara official-. Lagu flower Atsuko Maeda juga dijadikan lagu opening concert untuk hari kedua. Saya membahas konser ini karena di konser ini terlihat bagaimana lelahnya Acchan menjadi idol.

Di rehearsal hari kedua konser di Saitama, ternyata kondisi Acchan terlihat sangat buruk. Karena semalaman mereka hanya berlatih dan paginya harus rehearsal. Terus selama konser berlangsung ternyata di backstage sangat berantakan karena member masih belum terbiasa dengan stadium yang besar. Sehingga membuat penyakit Acchan kambuh, susah bernapas. Mungkin karena Acchan juga tertekan dan akhirnya Acchan tak berdaya dan pingsan. Padahal Acchan adalah center di banyak lagu, dan dia menghilang. Tentu saja itu membuat member AKB48 sedikit kewalahan, karena harus mencari pengganti Acchan di setiap center. Untuk lagu river, Matsui Jurina dipilih sebagai pengganti posisi Acchan. Dan untuk Iiwake Maybe, Yokoyama Yui sebagai pengganti Acchan. Dan mereka harus mengingat dance itu saat itu juga. Di saat-saat terakhir konser ingin dimulai, Acchan akhirnya sadar kembali -walaupun mukanya terlihat begitu pucat-. Walaupun begitu, Acchan tetap tersenyum di atas panggung, dan berusaha untuk menyanyi dan menari semaksimal mungkin. Ini sangat menantang jiwa Idol Acchan. Dan saat aku menonton itu, aku melihat bagaimana lelahnya Acchan saat dia menanggung beban center dan menjadi idol.

Tetap di hari kedua konser, saat itu adalah menit-menit perform Flying get, dan Acchan tak berdaya sekali lagi. Padahal itu adalah lagu kemenangan Acchan di senbatsu kedua. Tentu saja itu sebuah keharusan untuk dia tampil menampilkan Flying Get. Di atas panggung, melihat wajah Acchan yang kelelahan dan sangat ingin menangis, tentu saja sangat menyesakkan. Apalagi dia sudah tak sanggup untuk berbicara. Dengan Takamina yang berusaha menenangkan Acchan di panggung sambil menepuk-nepuk pundak Acchan. Walaupun begitu, saat musik diputar, Acchan tetap tersenyum, walaupun senyum Acchan sangat terlihat dipaksakan dan tadi, dia seperti ingin menangis. Dan melihat Yuko di backstage juga sangat kelelahan dan hampir tidak mengingat apa yang dia lakukan, konser di Seibu Dome day 2 menurutku adalah seperti peperangan sesungguhnya para idol. Karena semua member tidak ada yang bertahan.

Aku berpikir, mungkin dimulai dari saat itu, saat mimpi AKB48 secara perlahan-lahan terkabulkan. Dengan banyaknya perform para kouhai AKB48 di konser. Dengan banyaknya anggota. Dan betapa lelahnya Acchan dan member lain. Mungkin saat itu, Acchan berpikir dia akan menyerah dan graduate, tetapi ternyata dia masih menahannya. Walaupun jauh di lubuk hatinya, dia sangat tidak ingin lulus. 

Sebenarnya menurut Takamina sebelum musim panas 2011 (mungkin ini sebelum senbatsu), Acchan pernah membicarakan tentang kelulusan –dengan ini mungkin Acchan juga lelah menghadapi senbatsu- tetapi seiring berjalannya waktu Acchan terlihat seperti melupakannya.




Seperti biasa pada acara musik akhir tahun pasti akan menggelar suatu penghargaan. Mimpi AKB48 juga semakin banyak yang terkabulkan. Acchan dengan Flying Get, akhirnya membawa AKB48 menuju mimpi utamanya. Japan Records Awards dan memenangkan Grand Prix. Grand Prix sendiri mungkin bisa disejajarkan dengan Grammy’s versi Jepang. Penjualan album di Jepang lebih tinggi daripada di Internasional, tentu saja.



Grup besutan Akimoto pertama yang akhirnya memenangkan Grand Prix. Tentu saja ini adalah moment AKB48 yang sangat bersejarah selain konser di Tokyo Dome. AKB48 semakin banyak pengikutnya semenjak senbatsu tahun 2011. Grand Prix sendiri adalah penghargaan musik paling tinggi di Jepang. Mengingat banyaknya sejarah yang dicatat AKB48 pada tahun itu bersama Acchan. Saat di acara itu, AKB48 sendiri tidak menyangka. Saat itu AKB48 yang membawa mimpi Akimoto, tentu saja seluruh staff juga tidak percaya. Akhirnya ketika disuruh untuk perform di ending, mereka membawakan lagu dengan tangisan bahagia, apalagi Acchan. Menurutku ini adalah kekuatan Acchan bersama AKB48 yang sesungguhnya, member lain mungkin menjadi center, statement ku mungkin sedikit meninggikan sekarang, tapi AKB48 dengan center, Atsuko Maeda, bisa membawa mereka ke Grand Prix. Yang center lain mungkin tidak akan tercapai. Mungkin, karena kita tidak tau di 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, selanjutnya.



Dengan kemenangan Grand Prix juga semakin banyak yang mengetahui AKB48 dan centernya Acchan. Mungkin anti di tahun itu juga akan mengakuinya, walaupun mereka masih membenci. Wajah AKB48 adalah Atsuko Maeda. Mimpi AKB48 satu persatu terwujudkan, dengan adanya Acchan di grup ini.

 

Kaze wa Fuiteiru (2011) 

Single ini dirilis untuk memberi semangat kepada korban yang terluka dan kepada publik berkaitan dengan peristiwa Tsunami di Jepang. Bahkan uang yang dihasilkan dari single ini sama sekali tidak digunakan AKB48 untuk mereka sendiri melainkan seratus persen disumbangkan kepada korban Tsunami Jepang.

Center dari 2 lagu ini adalah Atsuko Maeda dan Yuko Oshima. Sesuai temanya, lagu ini terlihat serius dan lebih mementingkan dance untuk membangkitkan semangat. 

Menurutku dance Acchan di single ini merupakan dance terbaik Acchan dibanding yang lain. Walaupun ada member yang lebih baik dari Acchan, entah kenapa saat Acchan menari untuk lagu ini dialah yang terbaik. Dan ini hanyalah pendapatku.


Give Me Five! (2012) 


Seperti biasa, AKS selalu membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin. Bahkan di saat gadis-gadis ini seharusnya hanya bekerja untuk menari dan menyanyi di atas panggung, dan pekerjaan lainnya. Di single ini mereka menyuruh AKB48 untuk bermain band. The great concept.

Acchan adalah center dan pemimpin band Give me five!. Dan mereka membuat member AKB48 yang tidak bisa memainkan alat musik, dan memaksa mereka bermain alat musik. Acchan sebagai rythim guitar, Yuko sebagai bass guitar, dan Takamina sebagai lead guitar. Dan yang membuat takjub itu karena Kashiwagi Yuki bermain sebagai drum. Dan tidak disangka juga, permainan band AKB48 cukup bagus, dan yang tidak disangka itu adalah Yukirin dengan drumnya :D.

Atsuko Maeda and Minami Takahashi: Give me Five! (2012)

Setelah single Give me five! akhirnya membawa AKB48 untuk konser di Saitama Super Arena. Dan give me five! menjadi lagu opening hari pertama di konser itu. Aku membahas konser ini karena terdapat peristiwa yang sangat penting bagi oshimen Atsuko Maeda.

Di hari pertama konser, ternyata ada pengumuman yang sangat mengejutkan yaitu akhirnya AKB48 berkesempatan untuk melakukan konser di Tokyo Dome yang selama ini mereka mimpi-mimpikan. Tentu saja itu momen yang sangat bahagia bagi generasi pertama karena mereka akhirnya mewujudkan mimpi AKB48. Acchan, setelah satu tahun memikirkan kelelahannya menjadi idol dan mungkin seiring berjalan waktu dia sudah melupakan tentang graduation. Setelah pengumuman bahagia konser di Tokyo Dome mungkin saat itu Acchan berpikir disinilah titik perjuangannya bersama dengan AKB48. Titik kebahagiaannya bersama AKB48 dan tentu saja dia mungkin berpikir untuk mengambil langkah yang paling tepat karena dia berpikir dia sudah cukup memperjuangkan AKB48 dan itulah saatnya untuk membiarkan member lain dan kouhai-nya untuk melanjutkan AKB48. Kelulusan Acchan di AKB48.

Di saat itulah, sangat berbeda dengan konser di Seibu Dome, Acchan yang kelihatan sangat tidak baik. Selama konser di Saitama Super Arena, Acchan selalu mengucapakan “Ini sangat menyenangkan, kan?” kepada para member yang paling dekat dengannya. Bahkan kata Shinoda Mariko, Acchan saat itu terlihat sangat senang dan bahagia karena dia terus mengucapkan kata tersebut dan Acchan juga berbicara tentang mengumumkan kelulusan dengan Shinoda Mariko, pasti dia juga berpikir itu adalah joke dari Acchan walaupun dia sudah menyadarinya. Begitu juga Takamina, karena Acchan mengatakan kepada Takamina kalau dia akan memberikan pengumuman penting di hari ketiga konser.

Atsuko mungkin sudah lelah, dan dia juga harus mengambil langkah ke depan. Atsuko menikmati setiap moment di Saitama Super Arena, mungkin karena dia sadar kalau perjuangannya sudah cukup dan dia adalah member yang paling banyak mendapat cinta dan sangat bahagia. Tanpa diketahui member lain, tanpa dikira-kira fans AKB48. Hari ketiga konser di Saitama Super Arena merupakan momen paling bersejarah dan juga momen paling menyakitkan hati.

Hari ketiga, saat konser ingin dimulai, terlihat di documentary, Acchan terlihat sangat gugup dan memeluk Takamina, dan berkata kalau ini menegangkan dan menakutkan padahal mereka sudah melakukannya tiga kali. Mungkin saat itu Takamina sadar kalau Acchan, hari itu, akan mengumumkannya. Takamina pastilah tahu.

Sebenarnya menurut Haruna Kojima, para anggota lain sering mendengar gossip dari member-member lain. Dan menurut Shinoda Mariko juga, mungkin member generasi pertama sudah menyadarinya dari awal.

Dan jadilah, setelah pengumuman mengejutkan untuk member dan junior-juniornya yang lain tentang perpindahan agensi para anggota. Ternyata, ada yang lebih mengejutkan lagi. Pengumuman kelulusan Acchan.

Selama di AKB48, menurutku Acchan selalu mempunyai cara untuk mengejutkan semua orang dengan perkataannya. Dan terjadilah di hari itu. Mungkin seorang Atsuko Maeda sangat sangat jarang berbicara saat ment MC dan saat itu Acchan tiba-tiba ingin mengatakan sesuatu.


“Ada sesuatu yang ingin saya katakan. Saat saya berumur 14 tahun, saya memutuskan untuk mengikuti audisi AKB. Dan setelah itu, saya diumukan sebagai member AKB generasi pertama. Saat itu.. Saat mengikuti audisi itu, untukku, itu adalah keputusan besar yang pertama kali saya pilih dalam hidup saya. Dan sekarang, hari ini, tolong perkenankan saya membuat keputusan besar untuk kedua kalinya disini. Saya, Maeda Atsuko, akan lulus dari AKB48!”

Dan disambut oleh ketidakpercayaan fans yang hadir saat itu, dan ketidakpercayaan member lainnya. Mungkin dari generasi pertama, sudah mengira ini akan terjadi. Dan saat itu juga, melihat ekspresi Yuko Oshima, dia kelihatan seperti kehilangan. Togasaki saat itu juga menonton pengumuman Acchan bersma para fans, mungkin dia juga tidak menyangka kalau seperti ini bakal terjadi. Diikuti tangisan dan ke-syok-an member lainnya, Acchan melanjutkan pidatonya.

“Sejujurnya, saya sangat khawatir sekarang, saya tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Namun, untuk semua juniorku disini, saya ingin lulus, dan teruslah melangkah ke depan!”

Takamina juga berkata "sejujurnya aku juga tidak ingin Atsuko seperti ini, tapi kita tidak berhak untuk menghentikannya" dan menangis.

Dan selanjutnya setelah mengumumkan itu, lagu Aitakatta diputar dengan tangisan member lain dan ketidakpercayaan para fans. Teman-teman Acchan juga langsung menghampiri Acchan dan memeluknya.

Di backstage, Yuko langsung menghampiri Acchan dan berkata “Kamu sangat luar biasa sampai bisa membuat keputusan besar.”, Acchan menjawab “Maaf, aku minta maaf, Yuko. Walaupun, aku tidak ingin kamu memikul beban sendirian.” “Berhenti berkata seperti itu, apa yang akan aku lakukan mulai sekarang? Dengan AKB jika kamu tidak berada disini?”     

Saat itu, Acchan pastilah berpikir setelah Acchan lulus, pastilah yang menanggung beban -untuk menjadi center- akan berada di pilihan Yuko Oshima.




Setelah pengumuman tersebut tentu saja bukan hanya kalangan fans yang terkejut. Melainkan satu Jepang. Sudah pasti Acchan di AKB48 sangat memberi impact. Tentu saja, berita Jepang, TV, majalah, iklan, sangat penuh oleh berita kelulusan Acchan. Bahkan saat warga Jepang di interview mereka juga sangat terkejut, “apakah benar?” “bagaimana dia bisa lulus dari AKB48? Bukankah AKB akan kehilangan sosok identitasnya”. Fyi, tidak ada yang tidak tau AKB48 di Jepang, karena AKB48 sangat mempengaruhi kondisi perekonomian disana dan ini dibuktikan dengan penjualan album AKB yang sangat mendominasi. Tentu saja, Acchan yang seorang center pasti akan lebih dikenal.

Bahkan judul konser di Saitama Super Arena juga diubah, yang awalnya adalah "Gyomu Renraku. Tanomuzo, Katayama Bucho! in Saitama Super Arena!" menjadi "Maeda Atsuko no Namida Sotsugyou Sangen! in Saitama Super Arena -Gyomu Renraku, Tanomuzo!, Katayama Bucho!"


Setelah itu juga, fans bertanya-tanya "apakah Acchan akan mengikuti senbatsu nanti?". Dan ternyata Acchan -membuat publik syok lagi- dengan merilis video klarifikasi lewat akun youtube AKB48 dan memberitahukan secara langsung -karena dia berpikir itu lebih baik- kalau dia tidak akan mengikuti senbatsu tahun depan. Dengan itu, AKB48 akan kehilangan sosok center sesungguhnya.


Manatsu no Sounds Good! (2012)

Ternyata keulusan Acchan akan diadakan di Tokyo Dome. Mungkin ini usulan AKS karena sosok Acchan sangatlah special di AKB48 sendiri.

Dan akhirnya Acchan berpartisipasi lagi dalam single musim panas tahun itu dan sekaligus merupakan single terakhir AKB48 bersama Acchan. Dan dengan ini pula, Acchan tidak akan berpartisipasi pada senbatsu tahun 2012.

Di MVnya sendiri, terlihat sekali kalau AKS ingin menonjolkan sosok junior untuk menghilangkan dampak center Acchan di AKB48. Walaupun Acchan masih menjadi center –dan untuk terakhir kalinya- disini terlihat kalau Watanabe Mayu dan Matsui Jurina sangat ditonjolkan.


Behind The Scenes; Mayu Watanabe and Atsuko Maeda: Manatsu no Sounds Good! (2012)

Direktur MV ini juga memberi komentar terhadap Atsuko, 


“Yang lain pasti akan melihat di belakang orang lain saat mereka menari. Tetapi yang hebat dari Acchan adalah saat mereka membentuk formasi piramida, dia dengan sempurna berdiri di depan dan di tengah semuanya

…......

Bayangkan bagaimana rasanya jika semua orang melihatmu dari belakang. Itu pasti benar-benar beban mental yang kuat”

2012 senbatsu dan tentu saja Yuko Oshima memenangkannya kali ini. Dan mengejutkan kalau hasil vote di tahun itu mengalami penurunan. Mungkin ini adalah efek Atsuko Maeda. Walaupun di tahun selanjutnya senbatsu lebih mengagetkan lagi. Tapi mungkin Yuko juga menyadari itu, kalau dia kehilangan rival, dan senbatsu seperti sudah kehilangan daya tariknya.



Ternyata dengan single Manatsu no Sounds Good ini membawa AKB48 kembali untuk memenangkan Grand Prix secara 2 tahun berturut-turut dari tahun 2011. Ini sangat aneh, bahkan Manatsu no Sounds Good hanyalah single musim panas biasa, dibandingkan dengan Gingham Check yang merupakan single spesial karena ia senbatsu. Tapi ini sangatlah wajar, mengingat MNSG adalah single terakhir AKB48 dengan wajah, suara, dan tarian Atsuko Maeda, sang Ace dari AKB48. Publik Jepang akan berbondong-bondong membeli album ini untuk Acchan.



Kalian yang tidak mengakui Atsuko Maeda, bukalah matamu. Kalian yang mengandalkan AKB48 dengan hanya MV di Youtube. It’s bullshit. Walaupun MV Acchan sebagai center mungkin kalah view dengan MV oshi kalian yang berates-ratus juta. Sorry to say, but view isn’t everything. Bahkan Koi suru fortune cookie yang sangat viral karena flashmob-nya dan view youtube-nya yang meledak, juga tidak akan membawa AKB48 mencatat nama di awards lagi. Mungkin, itulah yang dinamakan jaman baru AKB48. 



And you know, setelah Manatsu no Sounds Good memenangkan Japan Records Award, dalam 5 tahun ini AKB48 tidak ada mencatat diri disana lagi. That’s mean, karena saat itu ada seorang Ace di dalam AKB48, membawa mereka ke kemenangan dan mimpi mereka. Tapi sekarang bahkan di AKB48 sendiri didominasi oleh anggota sister group. Aku sangat masalah tentang ini. Karena keutuhan AKB48 sendiri patut dipertanyakan sekarang. Apakah sekarang yang dinamakan jaman baru AKB48? Bahkan, Kami7 sekarang hanya hampir tersisa 1 member (karena Mayuyu akan lulus tahun ini juga). So, aku akan menunggu AKS untuk mengadakan big team shuffle, dan kalian tau banyak sekali anggota AKB48 sekarang tapi bahkan anggota "AKB" sendiri banyak yang underrated.
 



FINAL AND START LINE



Akhirnya tibalah hari itu. Hari yang sangat bersejarah bagi AKB48. Dimana mereka akan mewujudkan mimpinya dan juga merupakan jalan untuk melangkah lebih maju lagi ke depannya, tentu saja tanpa Ace mereka. 3 hari lagi AKB48 akan kehilangan wajah mereka. Tapi mereka juga harus tetap menjaga nama AKB48 dan melanjutkan perjuangan bersama.

AKB48 dimulai dari generasi pertama, dengan dulu terhitung 21 member berada di panggung dengan penonton yang bisa terhitung dengan jari. Sekarang mereka tersisa 6 member yang berada di panggung, dengan penonton yang sangat fantastis. Tentu saja itu semua perjuangan yang sangat berat. Dari banyaknya member yang meninggalkan dan ditinggalkan, disinilah gol line dan start line AKB48.


Hari-hari kelulusan Acchan sangat menghebohkan Jepang tentunya, bagaimana tidak AKB48 yang sangat berperan penting akan kehilangan wajahnya. Dan tentu saja, momen ini harus terlihat heboh. Dimana saat sebelum konser di Tokyo Dome dan kelulusan Acchan, di seluruh kawasan Akihabara sangat penuh dengan iklan dan foto-foto Acchan. Di jalan-jalan selalu ada foto Acchan, terutama di stasiun Akihabara.








Hari pertama konser. Dimulai dengan gen 1 untuk menyanyikan lagu pertama yang mereka tampilkan di AKB theater, Parti ga Hajimaru yo!. Walaupun mereka terlihat menikmatinya. Untuk saat itu terasa sekali gen awal sangat hampa dan sepi tapi karena itulah kita sangat merasakan perjuangan mereka. Yang dulunya mereka hanya menganggap bisa konser di Tokyo Dome, hanyalah sebuah candaan. Yang dulunya orang di sekitar mereka sering mengejek dan mengatakan itu hal yang mustahil. Akhirnya mereka bisa mewujudkannya. Judul konser ini juga bertajuk 1830m no Yume. 1830m sendiri adalah jarak AKB theater ke Tokyo Dome.


Alasan kenapa aku sangat menghormati gen1 AKB48 (gen2 dan gen3 juga ofc tetapi lagi bahas gen1) adalah karena mereka terlihat lebih bersinar dari yang lainnya. Satu lagi, aku tidak suka dengan member-member baru selain dari 3 generasi pertama yang seolah mereka juga ikut memperjuangkan AKB48. Biar ku jelaskan, mungkin 3 generasi pertamalah yang berjuang, tapi tentu saja semua member AKB48 lah yang berjuang. Tapi aku akan membedakan berjuang dengan melanjutkan perjuangan. Melanjutkan perjuangan juga butuh perjuangan. Menurutku sendiri selain 3 generasi pertama adalah mereka yang hanya melanjutkan perjuangan. Dan aku tidak terlalu suka mereka yang seolah memberi dampak paling penting di grup, but no, kalian hanyalah melanjutkan perjuangan seniormu. Maka dari itu, jagalah keutuhan AKB48, buat nama AKB48 menang, kalian adalah yang pertama dalam sejarah, dan sekarang? Kalian malah kalah dengan sister group mu sendiri di senbatsu dan lainnya. *agak nyindir sebelah kan? I’m sorry but just telling the truth :))

Dari theater Akihabara yang berkapastitas 250 kursi dan sekarang mereka mengadakan konser dengan kapasitas orang 48000 dan berjuta-juta fans yang ingin menonton momen di konser itu. Untuk menoton momen AKB48 mewujudkan mimpi besarnya dan tiga hari terakhir melihat Acchan sebagai center.

Saat Acchan membawakan 7ji 12fun no Hatsukoi, salah satu kenkyuusei memberi komentar:



“Dalam sebuah konser, aku diberi kesempatan sebagai penari latar di belakang Maeda. Saat itu, ketika melihat dari belakang, aku pikir Maeda sangat terang dan bersinar ketika berada di posisi Center. Mungkin itu juga karena kerja keras para senior.ˮ

Di ment MC, mungkin karena Atsuko adalah satu-satunya member senior. Terlihat Atsuko sangat kewalahan sekali membawa MC. Bahkan dia berkata walaupun dia ingin menyampaikan sesuatu, tapi itu terdengar seperti perasaannya tidak dapat. Tiba-tiba Paruru bertanya kepada Acchan “terhadap anti, apakah kau pernah merasa sulit?” terus Acchan jawab “Ya, sepertinya hal-hal menyedihkan juga ada tapi, pada awal bergabung, saya hanya berumur 14 atau 15 tahun. Saat handshake event juga bisa bertemu langsung bermacam-macam orang. Saat itu “awalnya saya antinya kamu, tapi sekarang kamu oshinya saya loh” saat mendengarkan hal-hal seperti ini, saya merasa senang sekali. Jadi ingin membuat orang yang awalnya tidak suka saya berusaha untuk membuat mereka menyukaiku.”
 


Saat lagu terakhir -sebelum encore-, semua member menyanyikan lagu Aozora ni Soba ni Ite, terlihat semua member berdiri di sebuah seperti piramida (?). Generasi pertama berdiri paling atas dan di bawahnya sesuai generasi selanjutnya. Di setiap penampilan lagu ini, Acchan dan teman satu generasi terlihat sangat bersinar.






Setalah lagu encore Gingham Check -lagu pertama setelah kelulusam Acchan- ditampilkan, setelah itu lagu Anata ga Ite Kureta Kara dinyanyikan. Yang membuat terharu adalah saat itu para member senbatsu menampilkan Gingham Check di panggung lebih depan, setelah itu terlihat Acchan di panggung utama berdiri di posisi center menunggu para member lain mengisi tempat kosong di belakangnya. Ini membuat kita berpikir, Acchan tanpa para member yang selalu berada di samping dan di belakangnya hanyalah seorang gadis yang menyedihkan. Dan ketika ada para member, dia akan terlihat lebih bahagia dan lebih penuh dan bersinar. Saat itu Mariko-sama menepuk pundah Atsuko saat tiba di panggung utama, setelah melihat itu entah kenapa aku mendengar Mariko seperti berkata “berkuatlah!”. Dan juga tatapan Takamina saat ingin menuju panggung utama saat berjalan, menatap Acchan berada di center, seperti membilang Atsuko telah bersinar.







Ternyata di konser Tokyo Dome ternyata ada yang pengumuman mengejutkan lagi. Tiba-tiba Togasaki dari belakang panggung muncul di layar dan mengejutkan semua member dan fans. Big shuffle team. Diumumkan bahwa AKB48 akan kembali menjadi 3 Team, dan Team 4 akan dibubarkan. Serta pengumuman transfer member lain, dan saat itulah juga member Nakagawa Haruka dan Takajo Aki diumumkan pindah ke JKT48. Dan yang lebih penting, Takamina dilantik menjadi general manager (Sho-kantoku, Sho-chan) seluruh 48 grup. Itu diberikan untuk membuktikan kerja keras Takamina selama ini untuk mengatur para member.
 





Hari kedua konser di Tokyo Dome berjalan menyenangkan dan AKB48 juga menikmatinya. Tapi saat lagu encore dimulai. Dimana para fans akan baper. Karena saat encore, AtsuMina duet di panggung dengan lagu Omoide no Hotondo. Omoide no Hotondo sangat cocok untuk menggambarkan AtsuMina. Acchan dengan gaun putih dan Takamina dengan gaun hitam. Seperti mereka telah melengkapi satu sama lain saat berada di AKB48.

Tentu saja lagu itu adalah lagu yang cukup sedih. Karena menggambarkan pertemanan, perasaan mereka satu sama lain, kenangan mereka, dan perpisahan. Lagu ini adalah lagu yang dibuat Akimoto khusus untuk AtsuMina. Di panggung awalnya AtsuMina berjalan dengan arah yang berlawanan. Yang menarik saat mereka membawakan lagu ini, walaupun Acchan lebih banyak menyanyi dengan fals (karena dia sangat ingin menangis) tetapi perasaan keduanya saat membawakan lagu ini sangat membuat tersentuh. Apalagi di setiap saat mereka seperti ingin menangis. Saat musik dimulai, Acchan juga awalnya dengan memegang dadanya (kebiasaan kalau dia sedih) dan saat menyanyi dia seperti sangat terharu. Sama juga dengan Takamina. Mereka menyanyi dengan mata yang berkaca-kaca.


Aku suka terharu saat Acchan menyanyi terus tiba-tiba dia kehilangan suara dan menangis. Bagian "anata no kao ya.."




Setelah lagu selesai, AtsuMina berpelukan satu sama lain dan saling menangis. Tapi ternyata Atsuko juga menyimpan sesuatu, yaitu hadiah Akimoto untuk Takamina. Di hari kedua konser, ternyata ada pengumuman yang membahagiakan, karena akhirnya di Tokyo Dome Hari Kedua, Takamina diumumkan akan debut solo dan pengumuman itu disampaikan langsung oleh pemimpin Universal Studio. Tentu saja apa yang dikatakan Takamina “usaha keras pasti aka nada hasilnya” terwujud.

Hari ketiga konser sedikit berbeda, karena di hari terakhir sangat memprioritaskan ke Atsuko Maeda, karena hari itu juga AKB48 harus ditinggalkan oleh Ace mereka. Acchan juga terlihat sangat memerhatikan segala hal dari fans, panggung, member, dan performnya. Karena hari itu juga, hari terakhir Acchan bernyanyi dan menari di atas panggung bersama member AKB48.

Lagu opening hari ketiga juga dibawakan oleh Acchan secara solo, dia membawakan lagu pertama AKB48, Sakura no Hanabiratachi. Saat menyanyi walaupun Acchan membawakannya dengan senyuman dan penampilan yang sangat elegan, karena di belakang, terlihat banyak sekali pemain biola, tetapi di beberapa bagian dia sedikit seperti ingin terhenti karena dia juga ingin menangis. Bukankah hari ini akan menjadi hari terakhirnya untuk menyanyikan Sakura no Hanabiratachi sebagai Atsuko Maeda AKB48 bukan sebagai ex-AKB48?

Di penampilan lain semuanya berjalan seperti hari pertama dan hari kedua. Sampai setelah penampilan solo Takahashi Minami di panggung. Takamina juga berkata “selanjutnya kalian akan melihat penampilan terakhir Atsuko sebagai Idol”.

Di panggung khusus Acchan, pertama Acchan membawakan lagu pertama yang membuat dia menjadi wajah AKB48: Nagisa no Cherry. Acchan membawakannya dengan senyuman. Mungkin dulu saat pertama Acchan membawakan ini di theater, banyak sekali anti-Acchan yang bilang dia jelek, tetapi lihatlah di hari kelulusannya, anti itu akan membilang “Acchan sangat menakjubkan selama ini”

Lagu selanjutnya adalah Kuroi Tenshi. Lagu ini adalah lagu favorit aku di stage Acchan. Lagunya terkesan dark dan misterius, tetapi Acchan sangat cocok untuk image lagu ini. Dari semua member yang membawakannya, Acchan terlihat yang terbaik. Selain itu, koreografi lagu ini juga agak unik, membuat yang membawakannya mempunyai karisma tersendiri. Terakhir Acchan membawakan lagu solonya, Kimi wa Boku da.





Saat MC sebelum membawakan lagu terakhir, Koko ni Ita Koto. Seperti biasa gen1 yang membawakan MC. Ada satu kalimat yang Acchan ucapkan, walaupun yang lain menganggap ini hanya kalimat biasa tetapi bagi ku ini sangat penting. Acchan berkata



“Aku, bisa berjalan bersama kalian aku sudah cukup puas.”

Setelah membawakan lagu terakhir, akhirnya tibalah encore yang membuat para fans menangis. Karena di encore lah acara pelepasan kelulusan Acchan.




Sebelum membawakan lagu Yume no Kawa, Acchan juga harus mengucapkan kalimat perpisahan untuk fans. Saat itu, sebelum Acchan bersuara dia terlihat ragu dan ingin menangis, sambil memerhatikan para fansnya dengan baik. Karena Acchan ingin menangis, jadilah para fans berteriak memberi semangat Acchan. Dengan mata yang berkaca-kaca, beginilah pidato Acchan:


“Saya, sejak kecil takut dengan orang asing. Kalau diajak ngomong dengan orang, aku adalah anak yang bakal kabur dan bersembunyi di belakang mamaku. Dan saat ini, aku bisa berdiri di depan 48.000 penonton. Aku merasa gembira sekali, bahagia sekali. Sebenarnya, aku sebenarnya merasa sepi. Tetapi, ini adalah jalan yang kuputuskan sendiri. Aku pikir aku akan bisa berjalan maju ke depan. Aku yang ini, bisa menjadi seorang member AKB48 dan kalian semua yang telah mendukungku sampai hari ini, terima kasih sekali.”



*menunduk selama 1 menit lebih, dengan teriakan penyemangat para fans



“Setelah ini, aku mohon kalian semua tetap mendukung AKB48. Bisa mendapat dukungan dari belakang oleh kalian semua, aku bisa beranjak dari sini, benar-benar suatu kebahagiaan sejati. AKB48 adalah seluruh masa mudaku.”


Setelah pidato tersebut Acchan menyanyikan Yume no Kawa bersama member-member yang sangat berpengaruh di AKB48 sekaligus juga teman terbaik Acchan. Dari Takamina, Yuko, Miichan, Mariko-sama, Nyannyan, Tomochin, Jurina, Yukirin, dan Mayuyu. Lagu ini juga merupakan lagu kelulusan Acchan. Tentu saja ini bercerita tentang perpisahan dan juga mimpi bersama AKB48. Setelah perahu sampai, masing-masing para member berpelukan, tentu saja ini adalah pemandangan yang menyayat hati. Semuanya menangis, terutama Miichan yang merupakan anggota termuda dari gen1. Atsuko sangat menangis saat dia berpelukan dengan Takamina, yang merupakan sahabat terbaiknya dan Takamina seperti biasa masih menenangkan Atsuko. Akhirnya para member menuntun Acchan menaiki perahu. 


Adegan yang paling meruntuhkan pertahanan adalah sesaat setelah Acchan menaiki perahu dan lanjut menyanyi, tiba-tiba nyanyian Acchan terhenti karena dia menangis. Siapa yang tidak menangis saat melihat pemandangan seperti itu? Acchan terlihat sangat berat hati saat menyanyikannya di perahu sendirian. Tetapi pada akhirnya, walaupun dia menangis, Acchan tetap tersenyum melihat para member.


Setelah itu Sakura no Hanabiratachi dinyanyikan oleh seluruh member, untuk memberi lagu perpisahan untuk Acchan. Sambil menangis semua member menyanyikannya. Dan Acchan, dengan “perahunya” melewati para fans dan memperhatikan fans-fansnya dengan teliti dan banyak perhatian karena hari itu adalah hari terakhirnya sebagai bagian dari AKB48 dan dikelilingi oleh fans AKB48.





Setelah sakura no hanabiratachi dinyanyikan, itu artinya, era baru AKB48 akan dimulai. AKB48 tanpa Acenya, AKB48 tanpa wajahnya walaupun saat itu mereka masih mempunyai hati dan jiwa AKB48 (baca: Takamina), AKB48 tanpa pemimpinnya selama 6 tahun. Tetapi seperti yang dikatakan Acchan, dia juga harus melangkah ke depan, begitu juga dengan AKB48. AKB48 juga harus mempunyai wajah-wajah idol yang baru. Walaupun kadang yang pertama adalah sang pemenang yang sebenarnya, maka dari itu seharusnya kita tetap mendukung AKB48.





Setelah konser kelulusan Acchan di Tokyo Dome, besoknya Acchan dengan resmi lulus di theater AKB48 di Akihabara. Tempat penonton di theater hanya ada 250 kursi dan saat itu raibuan orang Jepang ingin melihat theater terakhir Acchan. Jadilah seluruh jalan Akihabara penuh dengan orang-orang yang ingin melihat Acchan. 250 orang yang melihat langsung teater terakhir Acchan adalah orang-orang yang hanya sekedar beruntung tetapi mereka adalah wota yang langka. Karena banyaknya orang yang mengelilingi jalan Akihabara hanya untuk melihat Acchan terkahir kalinya, akhirnya Acchan berdiri di atas gedung teater dengan megaphone menyapa orang-orang yang menunggunya di jalanan. Tentu saja, melihat terakhir kali Ace AKB48 tampil adalah suatu kebanggaan tersendiri dan semua orang ingin melihatnya.

Penampilan teater Acchan juga disorot TV disitu Acchan menyanyikan lagu Sakura no Hanabiratachi secara solo untuk terakhir kalinya sebagai anggota AKB48 di teater Akihabara itu. Saat Acchan keluar dari gedung teater, banyak sekali reporter dan fans yang ingin mengambil momen terakhir Acchan, akhirnya Acchan dengan susah menggapai ke mobilnya untuk pulang. Kepulangan pertama Acchan tanpa membawa nama AKB48.

Acchan pernah bilang “nantinya dibandingkan dengan Atsuko Maeda saja, aku lebih suka kalau mereka menambahkan ex-AKB48, Maeda Atsuko ex-AKB48.”. Itu berarti Acchan sangat mencintai AKB48 dan tentu saja walaupun dia sudah lulus, dia selalu ingin membawa AKB48 di namanya dan karirnya.

Mengenai anti-Acchan, sepertinya setelah lulus mereka mulai menyadarinya kalau keberadaan Acchan-lah yang selama ini membawa AKB48 menjadi besar sampai sekarang. Yang dulunya mereka bilang senyuman Acchan sangat jelek dan menganggu, akhirnya mereka menyadari kalau Atsuko sangatlah mengangumkan karena dia selalu tersenyum. Yang dulunya mereka bilang Acchan tidak memiliki fans, akhirnya setelah melihat fans dan non-fans masih menyemangati Acchan, akhirnya mereka menyadari sosok Maeda Atsuko adalah sosok yang patut dikagumi. Setelah mereka bilang Acchan tidak memiliki bakat dan karisma dibandingkan member-member lain, tapi akhirnya mereka mengakui kalau itulah yang membuat Acchan itu seperti putri yang awalnya tidak bisa apa-apa dan akhirnya dia sangat bersinar. Walaupun terlambat, sudah memperbaiki pandangan kalian tentulah bukan hal yang buruk juga.









Atsuko Maeda adalah member pertama AKB48 yang konser kelulusannya diadakan di Tokyo Dome. Tentu saja, Atsuko Maeda sangatlah spesial.

Dan, kelulusan Atsuko Maeda juga menandakan bahwa the original Kami7 tahun demi tahun akan mengalami kemunduran juga. Kami7 adalah member-member AKB48 yang paling berpengaruh di Jepang dan di AKB48 sendiri. Kami7 adalah the real idol dari seluruh member AKB48. Anggotanya adalah Atsuko Maeda, Yuko Oshima, Minami Takahashi, Itano Tomomi, Haruna Kojima, Mariko Shinoda, dan Mayu Watanabe. Seperti yang aku bilang kemunduran, karena di tahun selanjutnya yaitu 2013, 2 member Kami7 menyusul Acchan, yaitu Itano Tomomi dan Shinoda Mariko, 2 member dengan kecantikan, tubuh model, dan suara yang elegan. AKB48 sekali lagi kehilangan daya tariknya. 2013 juga merupakan kemunduran yang sangat berkesan karena you know, posisi nomor 1 yang selama ini hanya anggota Kami7 yang bisa menggapainya, ternyata anggota Kami7 yang juga sangat dominan, Yuko Oshima kalah dengan anggota non-Kami7 (maaf frontal). Setelah itu kupikir, the real kami7 perlahan-lahan yang dulunya didewakan akhirnya dilupakan. Mungkin karena Yuko Oshima sadar kalau seolah AKB48 bukan tempat untuknya lagi, melainkan tempat untuk the new era, apalagi setelah kelulusan 3 member dan gen2 hampir terlalu banyak yang graduate, akhirnya di tahun 2014, Yuko Oshima juga mengumumkan kelulusan.

2014 akhirnya Mayuyu kembali merebut posisi center. Tapi sayangnya dimulai saat ini, pamor AKB48 terlihat memudar, karena seolah AKB48 kehilangan daya tariknya. Apalagi lagu Kokoro no Placard masih menggunakan konsep flash-mob, oh please AKS, aku bosan banget sama konsep kamu.

2015, AKB48 masih kehilangan daya tariknya. Mayuyu juga di posisi ketiga. Dan kalian tahu, Haruna Kojima tidak mengikuti senbatsu kali itu. Perlahan-lahan juga anggota Kami7 kehilangan minatnya karena senbatsu menurutku juga seperti bukan pertarungan yang seru lagi melainkan hanya buang-buang energi dan perasaan para member. Dan tahun itu juga, aku merasa Haruna Kojima dan anggota kami7 lainnya diperlakukan sangat buruk. Like hell, bagaimana bisa mereka menaruh member yang memiliki karisma unik berada di posisi belakang dan samping saat perform? Kalian tau, Haruna Kojima selalu berada di barisan center, dan sekarang dia diberlakukan seperti member “tua”, begitu juga aku melihat mereka memperlakukan Takamina. Takamina adalah jiwa dan hati AKB48, tetapi aku menganggap mereka seolah menghilangkan image Takamina dan mengganti image Takamina yang baru, tapi yang kalian lakukan hanyalah merusak image Takamina yang sebenarnya.

Perlahan-lahan, Takamina akhirnya lulus tahun kemaren, disusul dengan Haruna Kojima, mungkin mereka telah sadar kalau mereka juga harus melangkah ke depan. Dan akhirnya, 2017 member kami7 yang tersisa, Mayuyu, mengumumkan kelulusannya juga.

Kenapa aku bahas panjang lebar mengenai Kami7? Karena ini adalah penting. Bagaimana AKB48 kehilangan wajahnya dan akhirnya AKB48 juga kehilangan kharismanya perlahan-lahan. Seolah ini bukan AKB48. Tentu saja, era baru akan datang, tetapi kalian juga tidak perlu mengubah total image anggota lama sehingga mereka juga kehilangan daya tariknya seperti AKB48 sendiri. Dengan begitu, dengan kelulusan pertama dari member kami7, yaitu Atsuko Maeda, akhirnya kami7 perlahan-lahan juga mengalami kekosongan. AKB48 juga kosong. AKS tidak perlu membuat gadis lugu semacam Atsuko Maeda menjadi center dan ace, kalian juga tidak perlu membuat gadis ceria seperti Minami Takahashi sebagai pemimpin dan jiwanya AKB. Kita hanya butuh seorang penyelamat, penyelamat AKB48, dan saat ini penyelamat bukanlah dia yang selalu berada di atas, tetapi seorang gadis yang bisa membawa AKB48 terutama, untuk terus maju ke depan. Yang butuh diselamatkan adalah AKB48, mungkin banyak sekali 48 group sekarang yang juga underrated, tetapi mulailah dari awal.



Intinya, setelah Acchan lulus, AKB48 kehilangan wajah nya.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

5 tahun sudah semenjak Atsuko lulus dari AKB48. Dan sekarang Acchan melanjutkan karir akting dan solois. Karir akting Acchan juga terbilang cukup baik, walaupun seringkali di drama/filmnya dia selalu mendapat adegan dewasa. Tapi, bukankah Acchan sekarang sudah dewasa? Acchan juga seringkali mendapat peran heroine di drama.

Hubungan Atsuko Maeda dan AKB48 tidak akan pernah terputus walaupun Acchan sendiri bukanlah bagian dari AKB48 lagi. Tapi lihatlah banyaknya yang terikat dengan karisma Acchan dan tidak menyadari kalau Acchan sudah graduate. Saat mereka tau, mungkin kita akan bilang "terlambat". Tetapi inilah kekuatan seorang Ace. Tidak hanya Acchan, banyak anggota yang sudah graduate lainnya yang membawa orang untuk tahu menahu tentang AKB48, terutama anggota the original Kami7.

Saat di AKB48 sendiri, walaupun banyak fans lain yang tidak menyadari berapa impactnya seorang Atsuko Maeda, tetapi lihatlah sesudah kelulusan Acchan. Seakan-akan, kerja keras Acchan selama berada di AKB48 lebih terasa. Mungkin iya, karena itu adalah perpisahan.

Walaupun AKB48 seperti banyak kukatakan telah kehilangan daya tariknya, tapi mengapa tidak kita menunggu konsep baru, orang baru, dan semoga penyelamat itu datang dengan segera.

5 tahun Acchan tidak berada di AKB48, tetapi pertemanan Acchan dengan member lainnya cukup baik. Karena AKB48 sendiri sering mengadakan reuni. Saat pertama kali mendengarnya, reuni? bukankah itu seharusnya acara personal tanpa event besar? jadi apakah aku bisa mengartikan ini kalau AKB48 sendiri masih membutuhkan kehadiran senior. 

Terus single Kimi wa Melody yang mengundang alumni-alumni AKB48 lainnya terutama kami7 untuk mengambil bagian menyanyi. Apakah ini hanya untuk mengambil perhatian publik jepang? Karena dengan diudangnya Acchan dan Yuko, kalian bisa membuat ini sangat menarik. Tapi menurutku, ternyata AKS sendiri masih sangat peduli dengan center-center itu :). Pesanku buatlah AKB48 menjadi era baru dan juga sukses dengan "karakter" yang unik. 

Di postingan ini terlihat sekali aku sangat mementingkan Atsuko Maeda, MAAF jika anda merasa yang lain saya ga suka atau gimana. Btw kami-oshi aku itu Mayuyu. Walaupun dia mau graduate juga :' Terus oshi aku yang lain itu Acchan, Takamina, dan Sayaka. Yapps, semuanya sudah lulus.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Penutup.

Apakah kalian sadar betapa membosankannya seorang Atsuko Maeda sebagai center? Ya, Atsuko Maeda adalah center yang sangat membosankan. Tidak banyak bicara. Bahkan Acchan tidak mempunyai catchprase, padahal jika dibandingkan member lain yang mempunyai kata-kata yang lucu dan unik, Acchan sangatlah membosankan. Aku tidak akan bilang itu adalah pesonanya. Karena Acchan sendiri bilang dia tidak pandai bicara, dan lucunya? dia membuat video untuk para fansnya agar melatih bicaranya, bukankah itu sangat konyol dan memalukan diri sendiri?

Walaupun begitu, saat Acchan tersenyum, seperti saat dia diterima saat audisi. Dia sangat bersinar saat tersenyum. Saat Acchan membawakan sebuah lagu, tersenyum, dan menari, dia sangatlah berkarisma dan mungkin beginilah uniknya seorang Maeda Atsuko. 

Menjadi seorang center dengan banyaknya masa kritikan daripada pujian, Acchan sangatlah kuat. Mungkin banyak yang bilang dia adalah center pemalas semasa dia berada di AKB48. Tapi cobalah lihat lebih, bukankah itu karena dia stres? pengalaman pribadi aku, saat aku selalu dikomentari, aku terlihat sangat malas melanjutkan apa pekerjaanku. Itulah yang membuat mental Acchan itu kuat. Walaupun dia hanya memikirkan para anti, dan seperti yang dia katakan, walaupun banyak yang mendukungnya tetapi dia merasa sendirian. Tetapi lebih dari itu, Acchan tersenyum.

Acchan seorang gadis pemalu, berada di tengah, dan di depan semua member. Berdiri tegak dengan senyuman. Menyanyi dan menari untuk para penggemar AKB48. Mempunyai karir yang lebih dari member lainnya saat itu, tapi Acchan itu terlihat kesepian. Aku melihat saat Acchan mengisi di acara AKBingo entah kenapa karena dia center dan dipuja-puja, para member seperti ada dinding di antara mereka. Oh, lebih tepatnya mereka merasa Acchan terlalu jauh. Teman-teman baik Acchan juga hanyalah teman satu tim-nya. 

Saat di panggung, mengabaikan semua itu, Berdiri di posisi paling depan, dia sendirian. Tetapi ingatlah di belakang, banyak gadis-gadis lain yang mempunyai mimpi besar. Acchan, berdiri di depan, menjadi pemimpin dari gadis-gadis yang mempunyai ambisi dan mimpi, gadis yang mempunyai potensi lebih dari Acchan, bukankah sangat tidak adil? Acchan, berada di posisi itu, menari dan menyanyi semaksimal mungkin, tersenyum kepada siapapun itu. Berdiri di tengah dengan segala beban itu. Membawa nama kebanggaan "AKB48". Acchan, seorang gadis biasa, tapi seperti yang dikatakan Akimoto, dengan bantuan para penggemar, Acchan akan menjadi seorang putri. Terkabul-lah Acchan menjadi seorang putri, dan menjadi nomor 1 di antara putri lainnya yang lebih cantik dan berpotensi. Tetapi tentu saja, saat dia menjadi di tengah putri-putri tadi, berada di posisi nomor 1, dia sekali lagi sendirian. Tapi ingatlah satu hal, ingatlah yang berada di depan mu. Lebih banyak daripada orang di belakangmu, maka dari itu walaupun kamu sendirian, ingatlah selalu tersenyum apapun itu.

“Sudah berlalu sejak Atsuko pergi. Sekarang ini aku masih ingat perasaan untuk berdiri di posisinya. Itu menjadi beban yang dipikul center. Berdiri di belakang semua member yang menatapku. Dan di depan sana tidak ada orang lain kecuali aku. Para penonton yang tersembunyi dalam kegelapan. Aku tidak bisa melihat sebagian besar dari mereka. Alasannya karena lampu yang terlalu terang. Berdiri di tengah adalah dimana lampu terfokus padamu. Lampu-lampu yang hangat. Ada banyak teriakan tapi entah mengapa rasanya sepi. Itu karena aku tidak bisa melihat siapapun. Walaupun aku dikelilingin oleh banyak orang, tapi, dan juga, aku sendirian.”

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Maaf di akhir-akhir aku agak maksa soalnya bentar lagi lebaran xD. Aku nulis ini semenjak 10 hari yang lalu, tetapi jarang buka laptop soalnya setiap siang selalu ketiduran dan malemnya juga banyak kegiatan. Makanya seadanya aja.

Kalau ngepost ini sesudah lebaran, entah kenapa 10 hari itu akan terlihat lebih sia-sia. Nanti-nanti diperbaikin deh, hancur banget ini. Bahkan blog aku juga belum aku edit sepenuhnya padahal banyak waktu luang, tetapi entah kenapa 1 bulan ini ga ngelakukan apapun, waktu cukup berjalan cepat.

Selanjutnya aku akan nulis tentang Takamina dan Mayuyu juga. Tapi semoga aku ada niat dulu.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bonus pict:










--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

beberapa sumber:

http://akb48.wikia.com/
http://fan48backup.blogspot.co.id/2013/02/mengapa-maeda-atsuko-menjadi-center.html
http://jurinamatsuirena.blogspot.co.id/2014/05/profil-atsuko-maeda-legend-member-akb48.html
http://atsukomaedafans.blogspot.co.id/p/atsuko-maeda-history.html
https://www.facebook.com/UGB48/posts/364534386951062

picture: 
google and tumblr. 
gif bikin sendiri

Don't be so serious, thank you for reading! Selamat Hari Raya Idul Fitri~
Previous
Next Post »