Sword Art Online The Movie: Ordinal Scale (Review)

SPOILER ALERT. FANGIRL ALERT. CUMAN REVIEW SINGKAT.

Mungkin nama "SAO" emang melegenda di antara para pecinta anime. Begitu juga dengan diri gue. Waktu gue masih smp dan pertama nonton SAO dari season pertama, mungkin 2012 lalu, haha rasanya ya agak jengkel aja waktu itu. Karena demi apa di setiap episode Kirito selalu sama cewek yang berbeda tapi di openingnya kan Asuna yang paling ditonjolin? Ini anime fokus ke harem atau battle nya sih? Ya gitu deh, ga tau mau nyalahin siapa.

Dari nama "SAO" juga mulailah bermunculan meme-meme mengejek dan kayaknya banyak banget yang ga suka sama ini anime. Gue juga agak paham sih kenapa. Tapi sampai gue nonton movie ordinal scale, akhirnya gue tersadar.

Yang pertama kali ngenalin dan nyuruh gue nonton SAO itu abang gue waktu dia sma dan gue smp. Iya sih pas pertama nonton seru juga, cuman agak eneg sama chara cewek-ceweknya, cringey banget. Oke lupakan. Jadi tahun lalu gue minta abang gue buat download "SAO Ordinal Scale" lah abang malah dengan ekspresi ga suka gitu denger nama sword art online malah bilang ga tertarik. Padahal dulu dia yang nyuruh gue nonton, hadeh ah.

Akhirnya setelah setengah tahun ngumpulin niat buat nonton jejepangan lagi, dan awal tahun kemaren kedownload juga SAO Ordinal Scale. Mungkin sekitar 2 minggu yang lalu gue mulai nonton movienya, dan sampai sekarang efek movienya selalu terbayang-bayang.

Btw, sebelum masuk topik. Mungkin sebagai cewek kali ya, jadi gue lebih suka nonton yang bikin enjoy dan ringanin beban daripada nonton action 2 jam tanpa diiringi comedy sama adegan-adegan positifnya. Gue juga mau bahas ini buat senang-senangan aja.


Bisa dibilang Arc Ordinal Scale ini adalah cerita terbaik SAO sejauh ini yang telah dianimasikan. Movienya ga setengah-setengah. Plotnya menarik banget. Porsi adegan action, drama, dan romance sudah pas dan ga berlebihan. Bahkan fanservice nya juga sesuai porsi. Ga kebayang gimana kerja keras staffnya buat movie ini, sumpah ini movie keren banget! Buat aman-aman, gue bakal kasih ini movie 8 out of 10 karena sudah berhasil membuat gue jadi have fun banget dan bikin nostalgia. Tapi tentu saja masih banyak yang harus diperbaiki dalam movie ini.

Soundtrack movie ini juga jadi faktor utama yang bikin jadi epic dan menegangkan. Gue kira setiap battle di SAO cocoknya cuman pake bgm sword land, tapi movie ini membuktikan kalau SAO juga punya banyak lagu yang melegenda. Dan dulu gue ga pernah berekspektasi kalau lagu vokal bisa jadi cocok dengan suasana pertarungan tapi ordinal scale ngebuka telinga gue. Setiap Yuna nyanyi suprisingly bisa bawa suasana ke "shits about to go down".

LiSA juga nyanyiin soundtrack di movie ini judulnya "Catch The Moment" dan sumpah itu lagu yang paling pas buat ngegambarin gimana perasaan Kirito di movie ini.

Karakter tambahan kayak Yuna dan Eiji juga porsinya udah sesuai. Ga kayak anime berepisode dan 2 season yang nyia-nyian chara berpotensi, di ordinal scale semuanya menjadi lebih mendalam. Gue seneng karena mereka ga nyianyian Yuna ke Kirito, maksudnya Yuna ga masuk harem list Kirito. Karakter Eiji di movie ini juga bikin lebih dramatis, ga cuman sekedar peran antagonis buat menghalangi Kirito, tapi disini Eiji juga punya ceritanya sendiri dengan Yuna.


Namanya juga SAO. Pasti punya sesuatu yang selalu ada. Pastinya haremnya Kirito terkumpul dengan damai di movie ini. Tapi kayaknya ada yang ga penting amat gitu. Kayak dialog Silica bilang "kali ini aku akan menaiki motor dengan Kirito" terus tercyduk Sinon. Like, kalian ngebicarain gituan di rumah Kirito dan Asuna loh, mungkin itu cuman sekedar tambahan. Tapi ini bisa gue bilang sia-sia, selalu aja fokus ke chara cewek. I mean, coba lebih fokus ke kejadian Klein dan anggota guildnya yang diserang Eiji. Bukan cuman adegan berkumpul cewek-cewek terus Kirito sendiri jadi penengah.

Dan di movie ini juga walaupun protagonisnya Asuna, tapi studio masih aja fokusin ke heroine di Arc lain. Oke emang porsi mereka sedikit, tapi kayaknya lebih bagus lagi kalau cuman fokus ke Kirito, Asuna, Yuna, dan Eiji. Daripada ada adegan tambahan buat sekedar menginformasikan kabar haremnya Kirito.


Jadi di movie ini ada teknologi canggih baru yang lagi trend, namanya "Augma". Bisa dibilang Augma ini beda dengan nervegear dan amusphere karena teknologi di Augma bukan full drive, tapi gabungan antara dunia virtual di full drive tetapi bedanya Augma ini lebih realistis karena memanfaatkan fisik dan kemampuan di dunia nyata, bukan skill seperti di game. Makanya bisa dibilang, OS ini sangat realistis. Poin yang didapat dengan bermain game dan meningkatkan rangking bisa ditukar dengan tiket makanan, benda, dll yang berhubungan dengan dunia nyata.

Mungkin karena OS ini realistis mengubah cerita di movie ini sesuai dengan realita, bukan sekedar image karakter di game, tapi sifat manusia mereka yang asli. Contohnya di movie ini, mereka lebih me-nerf-kan Kirito. Mungkin kalau di full drive, Kirito ga terkalahkan karena dia punya skill yang hebat. Tapi berbeda dengan dunia nyata, jadi lebih sulit untuk menggerakan tubuh untuk bertarung dengan boss monster. Itulah alasan di awal movie Kirito dibuat nerf.

Karena ini di dunia nyata, sifat Asuna juga sedikit berubah. Kalian tau kan kalau irl, hidup Asuna sangat terkekang oleh keluarganya. Walaupun masalah dengan Ibunya sudah selesai di arc mother's rosario, tapi menurutku Asuna masih beradaptasi. Beda dengan di SAO, karena ga ada keluarganya mungkin hidup Asuna lebih bebas tanpa dihalangi disana, makanya dia lebih kuat di SAO. Tapi nyatanya, dia cuman anak gadis rumahan, bahkan hidupnya diatur oleh Ibunya menjadikan sifat aslinya terus muncul. Sifat Asuna yang elegan ala anak keluarga berada. Mungkin di SAO, dia juga elegan tapi dia tegas banget. Sekarang emang susah ngeliat Asuna yang lebih bebas.

Tapi kayaknya karakter lain kayak Lizbeth, Silica, dan Klein ga berubah sama sekali. Tetap seperti mereka di SAO.

Sebenarnya kemunculan Eiji agak menjengkelkan sih. Soalnya dia nyerang teman-teman Kirito terus dan ngerasa paling kuat padahal kan dia juga dibantu oleh perangkat khusus, songongnya agak ngeselin. Awalnya juga agak risih sama kehadiran Yuna, soalnya dia di dekat Eiji terus. Mana tiap dia nyanyi suasana lebih menegangkan, tapi itulah kelebihan karakter mereka yang membuat movie ini lebih hidup. Bukan sekedar cerita Kirito menyelamatkan gadis. Terus juga kebenaran kalau Eiji dulu juga anggota KoB dan Yuna juga salah satu korban SAO bikin lebih penasaran.


Yang gue suka di movie ini, mereka lebih jelasin hubungan lebih lanjut Kirito dan Asuna. Oke mungkin kalian pikir hubungan mereka ga penting amat dan yang penting itu cuman action dan gamenya. Tapi menurut gue hubungan mereka juga penting buat cerita selanjutnya. Karena tiap beda arc pasti Kirito selalu berhadapan dengan karakter baru. Nah kalau Kirito selalu diceritain dengan beda karakter jadinya kan series SAO ga punya main heroine atau tempat kembalinya Kirito setelah menyelesaikan ini-itu. Makanya Asuna itu karakter yang sangat penting di seriesnya dan gue senang akhirnya mereka dijelaskan juga. Bahkan, di OS hubungan mereka menjadi lebih real dan lebih dalam. Bukan sekedar hubungan di dunia game lagi, tapi sudah ke tingkat yang lebih serius yang bahkan Ibunya Asuna ingin bertemu Kirito walaupun di arc mother's rosario kayaknya mereka ga direstui.

Adegan pertama, adegan flashback di Aincard saat Kirito dan Asuna lagi honeymoon dan melihat langit malam bikin heartwarming banget. Secara di season 2 moment Kirito dan Asuna sangat sedikit, mungkin terbayarkan di movie ordinal scale karena sekarang status hubungan Kirito dan Asuna sudah sangat jelas. Asuna bukan cuman sekedar heroine di Arc Aincard tapi dia memang soulmate-nya Kirito.


Action scene di movienya super epic! Sangat detail dan enak dilihat. Mungkin action scene di SAO yang terbaik sejauh ini. Efek CG nya ga setengah-setengah ditambah BGM yang enak didengar dan bikin lebih menegangkan, bikin kita ikut terbawa suasana battle.

Apalagi adegan saat Klien dan teman-temannya diserang Eiji bikin merinding. Gue ga bisa mendeskripsikan ke-epic-annya karena lebih baik cek di movienya sendiri. Pokoknya adegannya bikin susah nafas saking takjubnya. Walaupun itu adegan kekalahan, tapi saat monsternya tiba-tiba di depan mata Klien bikin semuanya ikut kebawa suasana dengan Klein. Dan itulah poin pentingnya, adegan yang bikin ga terlupakan.

Terus battle ketiga di movie-nya, dimana Asuna jadi korban juga bikin sesak nafas saking epicnya. Pas Yuna mulai nyanyiin "delete" semuanya jadi berubah. Yang tadinya suasana memberi semangat berubah jadi suasana menegangkan. Apalagi setelah tau peliharaan Silica di SAO, Pina itu boss monster lv. 91 dan Silica diserang, suasana jadi panik. Dan dengan kampretnya si Eiji mendorong Silica jatuh itu bikin geregetan dan akhirnya yang terkena serangan monsternya malah Asuna yang berusaha melindungi Silica. Menurut gue, itu adegan terbaik di movienya! Pembawaan suasana dan atmosfir saat Asuna hilang kesadaran setelah terkena serangan itu epic banget. Bahkan sampai sekarang, adegan itu ga bisa dilupain dan entah bagaimana gue nemuin itu jadi adegan yang adiktif. Efek CGnya yang ajaib bikin pengen puter itu-itu terus. Bisa dibilang adegannya ngangenin. Saat flashback adegan Asuna mati di SAO diputer, pembawaannya sangat pas. Big applause buat staff yang ngerjain adegan battle ini.


Ekspresi antagonis Eiji juga bikin semuanya mantap. Apalagi saat Kirito dalam mode rage setelah Asuna diserang. Pokoknya menit-menit itu adalah adegan terbaik di movie ordinal scale!


Setelah Asuna kalah di OS ternyata ada maksud jahat tersembunyi dengan mengundang boss monster di SAO. Akhirnya, Asuna kehilangan semua ingatannya di Aincrad. Dan konflik pun mulai. Ternyata Eiji punya suatu janji dengan Yuna -yang sebenarnya- saat di SAO dan untuk janji itu dia berubah dan berusaha untuk menebus janji Yuna dengan nyata. Dan saat Kirito menemui penemu Augma, yang juga Ayahnya Yuna. Satu persatu akhirnya konflik mulai dibahas.

Setelah itu, Kirito ke rumah Asuna. Dan scene heartwarming kedua yang bikin gue melting padahal kan mereka yang lovey-dovey. Walaupun agak cringey tapi entah kenapa scene itu bikin semuanya jelas dan baik-baik aja. Kirito yang dengan tidak sengaja membaca diarynya Asuna apalagi setelah tau kalau Asuna ngumpulin poin di OS hanya buat untuk memberi Kirito hadiah itu, perasaan Asuna waktu itu dapat banget. Akhirnya Kirito tau ketakutan Asuna dengan kehilangan ingatan di SAO. Yah walaupun adegan setelah Kirito meluk Asuna itu cringey tapi dialognya bikin hati ini lebih tenang.

You know, Kirito selama ini ga pernah sekali pun ngucapin kalimat cinta. Kayak suki desu, daisuki, aishiteiru. Kirito cuman pernah bilang "aku ingin kamu" atau "aku ingin kita selalu bersama" tapi dia ga pernah ngucapin "aku cinta kamu" ke Asuna. Dan ya menurut gue itu sangat realistis. Karena as you know, Kirito juga pasti punya depresi saat di SAO, kejadian-kejadian Sachi dulu yang mati di depan matanya, terus setelah tau Lizbeth punya perasaan sama dia, mungkin itu trauma dia tersendiri. Terus demi apa adik perempuannya sendiri bahkan ngungkapin perasaan kalau dia suka Kirito bikin stress kan? Biasanya Kirito hanya ngungkapin kecintaan dia ke Asuna dengan action tanpa ucapan. Mungkin Asuna juga ngertiin Kirito.

Tapi inilah yang gue suka dari movie OS, akhirnya disini semuanya jadi lebih serius. Selanjutnya Kirito meluk Asuna secara tiba-tiba dan membawa dia ke, ehm, ranjang, Kirito bilang "Aku juga Asuna. Aku mencintaimu (Aishiteru), dari dulu hingga sekarang" dan setelah itu akhirnya kiss scene, demi apa harus nunggu bertahun-tahun setelah season 1 selesai buat liat kiss scene mereka lagi. Dan kiss scene tadi juga kelegaan tersendiri. Mungkin scene favorit kedua di movienya. Kirito juga janji buat ngembaliin ingatan Asuna tentang di SAO.


Setelah menemui Yuna -yang sebenarnya- akhirnya demi Asuna, Kirito pun mngalahkan boss SAO di OS satu persatu sendirian. Btw mungkin cuman perasaan gue atau Kirito kalau sudah masalah Asuna tersakiti pasti dengan mudah jadi serius dan melalkukan semua cara buat nolong dia.


Akhirnya, konser Yuna yang dimimpi-mimpikan pun terjadi. Dan disana Kirito bertarung melawan Eiji. Kebenaran dari Ayahnya Yuna dan OS pun terungkap satu persatu. Tapi ternyata konser Yuna itu cuman sebagai umpan buat pemindaian ingatan pemain SAO.

Disitu dengan kehendak Yuna hanya untuk bernyanyi saja, dia melawan kehendak Ayahnya yang menginginkan dia kembali. Yuna pun minta pertolongan Kirito untuk menyelamatkan semua pemain SAO di dome, akhirnya dengan perintah Yuna untuk menyelesaikan semuanya, Kirito dan teman-temannya disuruh mengalahkan monster boss terakhir di SAO.

Battle scene terakhir di movienya dan terungkap wujud boss level 100 di SAO. Awalnya Kirito memang kewalahan. Tapi entah kenapa bagian pertama battlenya sebelum bantuan muncul, keknya lebih bagus gitu deh. Gue cuman pengen pemain SAO yang nyelesain bossnya. Setelah Yuna memberi tahu yang sebenarnya terjadi dengan OS ke Asuna, akhirnya Asuna memberanikan diri untuk bertarung. Di area battle semuanya berantakan, sampai Asuna ikut bertarung juga. Pas Asuna muncul di area boss monster itu berasa nostalgia ke badass Asuna waktu di SAO. Engga, Asuna yang dulu akhirnya kembali lagi. Kemunculan Asuna juga keren dan cepat banget. Wakil Komandan Ketsumei Kishidan akhirnya kembali!


Oke sampai kemunculan Asuna, semuanya kelihatan keren. Tapi menurut gue setelah Yui membawa pasukan ALO agak janggal gimana gitu, ga memuaskan lah. Tapi ya gapapa sih, lagian kalau cuman Kirito dan temen-temen ga mungkin bisa juga ngalahin boss terakhir. Setelah bantuan datang, Yui membawa suatu program untuk mengembalikan data di SAO dan semua pemain SAO akhirnya kembali ke penampilan mereka saat di SAO. Nostalgia banget ngeliat Kirito dan Asuna pake kostum mereka dulu. Flashback masa-masa SAO yang berkualitas.

Mungkin karena kemaren agak kecewa karena kedatangan pemain ALO, jadi ga menikmati battle scenenya. Sampai Kirito dan Asuna kembali kayak dulu lagi! Sumpah waktu Kirito dan Asuna switch gitu, gue jadi nostalgia sama pertemuan pertama dan battle boss pertama Kirito dan Asuna. Pokoknya adegan mereka berdua bertarung disitu bikin gue bangga. Kayak pengen nunjukin "ini loh 2 pemain terhebat di SAO!" ke semuanya lol, padahal suasana pertarungan.

Apalagi saat Asuna menyerang dan dialog "Hal yang bisa kulakukan sekarang" dan demi apa Yuuki muncul! dan Asuna menggunakan sword skill Mother's Rosario nya Yuuki. Adegan favorit no 3 gue di movienya. Ngeliat Asuna pake sword skill itu bikin takjub banget. Bahkan mengalahkan ketakjuban gue sama Starburst Stream nya Kirito. Pokoknya ngeliat Asuna dan Kirito bertarung berdua gitu bikin pengen nostalgia sama SAO yang dulu yang akhirnya mereka kembali!

Setelah mengalahkan bossnya, Kirito berubah menjadi God Mode dengan matanya yang kuning itu dan membasmi semua monster di arena panggung hanya dengan satu tebasan pedang hadiah dari mengalahkan monster terakhir. Kirito menjadi peringkat 1 di OS. Dan rencana pemindaian ingatan di konser itupun gagal. Setelah Yuna menyelesaikan lagu terakhirnya, Yuna pun mengembalikan ingatan Asuna karena keberanian Asuna menghadapi kematian. Terus adegan Eiji yang terakhir bukannya bikin gue puas karena antagonis kalah, tapi malah bikin nyesel. Entahlah gue pengen Yuna selalu sama Eiji.


Cobaan pun berlalu. Kirito dan Asuna akhirnya memenuhi janjinya untuk melihat bintang jatuh. Adegan heartwarming selanjutnya. Adegan terakhir ini juga bikin gue ketagihan. Ngeliat mereka berdua gitu sudah kayak happy ending sesungguhnya. Dan akhirnya! Kirito memberanikan diri untuk bertemu Ibunya Asuna! Agak paham sih kenapa dia lama ngumpulin niat buat bertemu Ibunya Asuna, secara Kirito cuman anak dari keluarga tingkat menengah dibandingkan dengan Asuna dari keluarga yang berada. Tapi akhirnya semua drama selesai.

Btw gue agak kesel sama Yui karena memotong kiss scene mereka :D waktu nonton gue udah wakuwaku banget, lah malah terpotong.


Tapi gapapa Yui, akhirnya Asuna jadi bisa liat nagareboshi beneran. Dan setelah itu mereka kissu lagi kok :). Gue penasaran apa yang diomongin Kirito ke Asuna setelah itu. Btw jangan lewatin ending creditnya ya. Soalnya disana ada adegan Kirito bertemu Ibunya Asuna.


Overall, movie ini bagus lah. Kalau kalian ga suka SAO dulu, mungkin nonton ini bisa bikin kebencian kalian berkurang. Nonton movienya udah kayak ngobatin kekangenan SAO yang dulu. Bahkan, setelah nonton ini gue jadi ingin lebih tau mendalam tentang SAO. Buktinya, setelah nonton ini gue nekat nonton SAO yang dulu gue ga suka. Dan anehnya, setelah gue nonton ulang arc Aincrad, pemikiran gue tentang SAO jadi berubah. Mungkin dulu gue jengkel banget selama nonton SAO, sekarang karena Ordinal Scale semuanya jadi berubah. Lebih tepatnya SAO: Ordinal Scale itu adalah mind changing drastis.

Nonton Arc Aincrad yang dulu, gue jadi sadar ternyata Kirito cuman pengen temen. Mungkin faktor gue juga lupa ceritanya dulu, tapi setelah liat Kirito ninggalin Klein di episode pertama, gue jadi sadar kalau Kirito hanya butuh orang buat selalu berada disisinya. Dan orang itu, Asuna. Gue jadi sadar setelah Kirito bertemu banyak gadis, dianya biasa aja. Sifat Kirito yang dingin dan santai. Tapi dengan Asuna, dia menampilkan berbagai emosi. Gadis-gadis lain mungkin hanya tambahan. Walaupun ga penting buat cerita.

Gue setuju kalau SAO bisa lebih baik kalau hanya Kirito dan Asuna, dan player kuat lainnya. Setelah episode Asuna yang terjebak di ALO juga gue sadar. Dulu, gue nonton itu agak kecewa, karena adek perempuan yang suka sama saudaranya sendiri? Ga realistis banget. Tapi perasaan Kirito hanya untuk membawa Asuna kembali itu sudah bukti terkuat kalau Kirito tanpa Asuna itu ga lengkap. Banyak yang bilang Asuna jadi lemah saat jadi Titania, ya memang. Itulah Asuna yang sebenarnya. Asuna yang takut dan terkekang. Cuman tipikal anak gadis asal keluarga kaya. Tapi di arc mother's rosario, Asuna membuktikan dia juga kuat.

Semoga bukan hanya gue yang dari Ordinal Scale jadi nontonin dan bernostalgia dengan SAO lagi tapi dengan pikiran yang berbeda. Entah kenapa saat nonton ulang gue jadi "eh ini beneran SAO?" lol, mungkin efek kelegaan.

Setelah ordinal scale, season 3 akan menunggu. Kirito bakal bertemu karakter lain. Dan tentu saja harem lain. Asuna juga hanya akan mendukung Kirito seperti di arc phantom bullet. Tapi ingatlah ordinal scale, Kirito dan Asuna pasti selalu berakhir berdua. Mungkin di SAO dulu juga sangat jelas kok poinnya, kalau Asuna mati, Kirito juga. Kalau Kirito mati, Asuna akan bunuh diri. Yap, mereka seserius itu.

Dan Kawahara Reki juga pernah bilang dia selalu pengen punya cerita dimana karakternya berjalan sampai mereka menikah. Authornya juga bilang percaya dengan "true love", walaupun Kirito dan Asuna masih muda untuk mengetahui apa itu true love yang pasti Kirito itu adalah karakter utama, dan Asuna adalah heroine, mereka tentu saja selalu berdua.

Maafkan tulisan gue kesana kemari, gue cuman pengen nulis apa yang gue senangi aja sekarang. Gue bukan hardcore SAO fan kok. Walaupun telat banget nulis ini, tapi yah akhir-akhir ini gue ga bisa lepas sama SAO. Gue ga bisa berhenti dengerin ost movienya. Segalanya di movie ini sangat adiktif.











Thank you for reading.
Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
Unknown
AUTHOR
4/19/2018 8:23 PM delete

Ga tau kenapa tapi aku terharu baca ini...aku juga gitu

Reply
avatar